YURISTGAMEINIGAMEID101

PUISI-PUISI SAMSUDIN ADLAWI

SEPERTI MUSIM GUGUR

Adakah yang lebih sabar dari waktu
Satu-satu benang tegak ia cabuti dari badan kita
Kelak, ketika benang terakhir sudah luruh
Tubuh tak akan kuasa 
menolak rubuh
Seperi musim gugur 
Merampas mahkota
Dari kepala pohon 
Dan tanaman
Juga kepala kita

Tak bersisa

/the sunrise of java/
/2018/


SERULING MERAMBAT

Suara seruling merambat di keheningan senja, hasrat dan air mata berguguran di setiap liuk lengkingnya

Tak ada yang tersisa. Semua tersihir alunannya. Kepak burung dan kupu-kupu berhentik seketika. Napas angin darat tertahan di udara

Indahnya bunyi seruling bukan karena bambunya terbuat dari emas, keindahan suara seruling terbangun dari keikhlasan hati si peniupnya 

Ikhlas itu seperti lilin, demi membimbing orang keluar dari lubang kegelapan ia rela membakar dirinya menjadi abu

Seruling itu terus mengalun, mengabarkan ayat tanpa kalimat

/the sunrise of java/
/2018/


RIUH RAMAI

Bagaimana bisa kamu menikmati riuh ramai, jatuh ke lubang sunyi saja kamu belum pernah sampai di sana

Senyatanya riuh dalam sunyi itu nikmat yang tak akan pernah 
mengantarkanmu dalam ramai

Dalam sunyi yang riuh bisa kamu temukan sebiji sahaja pendar cahaya 

Itulah cahaya yang ramai diburu para pengembara, yang tak pernah lelah menyusun kuak-kuak tangga menuju ke istana kekasihnya

/the sunrise of java/
/2018/

KONSER ORKESTRA

Aku pernah larut dalam alunan musik blues, jazz, rock, pop, keroncong, dan dangdut

Tapi perasaan ini tak benar-benar hanyut, hanya terombang ambing, mengawang-awang seperti buih dipermainkan ombak di tengah segara

Tak seperti ketika kuleyeh-leyeh di serambi belakang rumah batang-batang bambu saling mengusap menyusun simponi

Derit-deritnya timpal menimpali desah dedaunnya dalam bimbingan angin kasmaran
Tanpa kusadari konser orkestra itu telah menenggelamkanku ke lubang keagungan

/the sunrise of java/
/2018/

___________
SAMSUDIN ADLAWI, lahir pada 1970 di Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Karya puisinya terbit di banyak buku antologi bersama. Buku puisi tunggalnya Jaran Goyang (2009), Haiku Sunrise of Java (2011), dan Selingkar Pedang Jalan Pulang (2018). Kini sebaai ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi.

Penerima penghargaan: 1. Tokoh Inspirator Pengembang Budaya Daerah Banyuwangi (Pemkab Banyuwangi, 2011), 2. Tokoh Pendorong Perkembangan Sastra Indonesia Modern di Banyuwangi (Hasnan Singodimayan Centre, 2012), dan 3. Tokoh Sosial Kemasyarakatan (PWI Banyuwangi, 2018).

Pintu silaturahim: kaosing93@gmail.com, @AdlawiSamsudin.

ADMIN

BACA JUGA