YURISTGAMEINIGAMEID101

MENGUKUR ORANG ARIF - JALALUDIN RUMI

Jalaludin Rumi salah satu sufi penyair yang lahir di Balkh (Afganistan), 30 September 1207 dengan nama Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri. Di kota Nishapur di mana dia mengungsi bersama keluarganya, Attar pernah meramalnya -saat itu Rumi baru berusia 5 tahun- bahwa dia  kelak akan masyhur sebagai penyala api gairah Ilahi. Murid kesayangan Syekh Syamsuddin Tabriz ini wafat pada 5 Jumadil Akhir 672 H dan dimakamkan di Konya (Turki). Pada nisannya tertilis:  "Ketika kita mati, jangan cari pusara kita di bumi, tetapi carilah di hati manusia."

Jalaludin Rumi
MENGUKUR ORANG ARIF

Jangan mengukur orang arif dan orang suci
Melalui ukuran yang berlaku atas  dirimu ;
Cara menulis kata sher (singa) dan shir (susu) mirip
Namun  keduanya memiliki makna yang berbeda.

Apabila cara pandangmu seperti itu
Maka seluruh dunia tak akan ada artinya;

Memang tidak banyak  orang
Yang pantas disebut hamba Tuhan sejati
Mereka mengaku sama dengan nabi dan wali
Mereka mengira wali seperti mereka juga.

”Lihat!”, kata mereka, ”Kami ini manusia,
Mereka juga manusia; kami dan mereka
Sama-sama terikat pada tidur dan makan.
Dalam kebutaannya mereka tak tahu
Bahwa antara keduanya terbentang jarak luas

Tawon dan lebah memang makan
Dari sumber yang sama; Namun yang satu
Hanya memiliki sengatan menyakitkan
Sedang yang lain membuat madu yang lezat.


(Terjemahan: Abdul Hadi W.M)

About Author

Related Post