YURISTGAMEINIGAMEID101

EBOOK: HAMZAH FANSURI PENYAIR SUFI ACEH

Waktu dan tempat Hamzah Fansuri lahir sampai sekarang masih merupakan teka-teki. Demikian juga tahun kapan ia meninggal tak diketahui secara pasti. Namun bahwa ia merupakan seorang sufi besar yang luas pengaruhnya di wilayah Nusantara pada abad ke-17 dan sesudahnya, tidak ada yang bisa menyangkal. Justru karena luasnya pengaruh ajaran-ajarannya itulah yang membuat kita bertanya-tanya mengapa tidak ada catatan yang resmi kapan ia lahir dan meninggal.

Hikayat Aceh sendiri misalnya tidak menyebut adanya seorang tokoh sastra dan ahli tasawuf bernama Hamzah Fansuri, suatu kekeliruan yang amat besar, karena dengan demikian seakan-akan tokoh Hamzah Fansuri tidak pernah muncul dalam sejarah Aceh. Namun hal itu bisa dimaklumi. Peniadaan nama Hamzah Fansuri dan jejaknya dalam sejarah memanglah disengaja dan merupakan kelanjutan dari perintah pemusnahan terhadap karya-karyanya yang dipandang penuh dengan ajaran-ajaran yang berbahaya dan menyesatkan.

Ketika pengaruh Hamzah Fansuri sudah berakar dalam masyarakat Aceh pada awal abad ke-17, khususnya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636), datanglah untuk kedua kalinya seorang ulama dari Ranir India bernama Nuruddin, yang kelak akan kita kenal dengan nama Nuruddin raniri. Ia adalah seorang ulama ortodoks dan tidak menyukai ajaran tasawuf Hamzah Fansuri. Dalam waktu yang singkat Nuruddin Arraniri dapat mempengaruhi sultan. 

Setelah itu ia berhasil mendorong sultan melakukan pemusnahan terhadap ajaran-ajaran Hamzah Fansuri, sehingga seorang tokoh pribumi dengan mudah dapat disingkirkan oleh seorang pendatang. Dengan demikian penyingkiran terhadap Hamzah Fansuri, yang diikuti dengan pengejaran terhadap dirinya dan pengikut-pengikutnya serta pembakaran karya-karyanya, lebih merupakan peristiwa politik.

Namun sejarah tidak bisa dibohongi. Begitu Hamzah Fansuri meninggal dunia namanya tiba-tiba melejit lagi dan menjadi buah bibir orang. Pengikut-pengikutnya yang setia ternyata tidak sedikit, dan merekalah yang berhasil menyelamatkan salinan karya-karya Hamzah Fansuri sehingga sampai kepada kita sekarang ini Pertanyaan yang muncul kepada kita setelah lebih tiga abad kematiannya adalah: "Benarkah ajaran tasawuf Hamzah Fansuri sesat? Tidakkah apa yang ia alami serupa saja dengan apa yang dialami Al-Hallaj, yang hukuman matinya lebih merupakan peristiwa politik?" Kita tidak perlu menjawab pertanyaan itu sebelum memperhatikan sungguh-sungguh apa yang ia ajarkan dalam karya-karyanya. Sebab karya-karya Hamzah sendirilah kelak yang akan menjadi saksi atau hakim apakah ia seorang sufi yang sesat ataukah tidak.

Selengkapnya tentang Hamzah Fansuri, bisa unduh ebook HAMZAH FANSURI PENYAIR SUFÎ ACEH (1984) yang disunting oleh ABDUL HADI W.M. dan L.K. ARA dengan KATA PENGANTAR oleh PROF. A.HASMY di sini: UNDUH!

ADMIN

BACA JUGA