YURISTGAMEINIGAMEID101

ABDURAHMAN JAMI (1414 M-1492 M)


Abdurahman Jami (atau Molla Cami dalam bahasa Turki) merupakan salah seorang sufi penyair Persia dengan nama lengkap Nuruddin Abdurrahman al-Jami. Dia lahir di Kharjad, 23 Sya’ban 817 atau 7 Nopember 1414 M. 

Sebelum dikenal luas sebagai sufi penyair besar bernama Jami, ia lebih dulu dikenal dengan nama ad-Dasyti. Nama tersebut merupakan gelar karena Nizamuddin (ayahnya) berasal dari Dasyt, dekat kota Isfahan.

Sejak kecil, ia belajar ilmu syariah dan tata bahasa Arab pada sang ayah sebelum 'mengembara' dari satu guru ke guru lain, misalnya pada Junaid Ausuli, Samarqandi di Madrasah Nizhamiyyah, sampai majelis peninggalan Ibn Arabi. 

Jami dikenal sebagai ulama besar berakidah ahlussunnah wal jamaah (Asy’ariyyah), bermadzhab Hanafi, dan bertarekat Naqsyabandiyyah.

Jami termasuk salah satu ulama yang menolak sultan yang mengaguminya dari Turki Ustmani untuk menerima hadiah saat dia berada di Damaskus. Alasan yang keluar dari bibirnya hanyalah “tidak tertarik!”. Kemudian dia pergi dari Damaskus untuk melanjutkan pengembaraan.

Jami merupakan sufi penyair yang produktif. Puisinya yang terkenal adalah Haft Awrang, Tuhfat al-Ahrar, Layla wa -Majnun, Fatihat al-Shabab, Lawa'ih, Al-Durrah al-Fakhirah.

Selain itu, ada tiga karya besar Jami yang masih dibaca sampai hari ini, yakni: 

(1) Nafahat al-Uns fi Sirati as-Shufiyyah (883 H) semacam ensiklopedia kesufian yang terinspirasi atau melengkapi karya peninggalan as-Sulami. 

(2) al-Lawami’ Syarh Fushush al-Hikam li as-Syaikh al-Akar Muhyiddin Ibn Arabi (896 H) sebentuk tafsir atas karya besar Ibn Arabi yang berjudul Fushush al-Hikam

(3) Matsnawi yang berisi puisi dan kisah, khususnya tentang Yusuf dan Zulaikha yang paling populer.

Jami meninggal di Heart tahun 898 H (1492 M) setelah beberapa hari menjelang wafatnya sering melantunkan syair seolah telah mengetahui waktu kematiannya:


“Musim panas, 

musim dingin, 
dan musim semi
Akan berlalu
Dan kita pasti akan menjadi 
tanah dan debu!”

ADMIN

BACA JUGA