YURISTGAMEINIGAMEID101

TUJUH TANDA CINTA KEPADA ALLAH

TUJUH TANDA CINTA KEPADA ALLAH - SUFINESIA.COM

WWW.SUFINESIA.COM | Cinta kepada Allah jauh lebih indah dari cinta kepada wanita. Cinta kepada wanita, kita bisa kecewa saat dia mendua. Kita juga bisa berduka karena kehilangan saat dia telah meninggal. Namun cinta kepada Allah, kita tidak akan pernah kecewa dan berduka. Apa kita sudah mencintai Allah? Berikut tujuh tandanya:

1. Tidak Takut pada Maut
Banyak orang mengaku mencintai Allah, tetapi mereka harus mempertanyakan kembali, semurni apakah kecintaan mereka itu? Kecintaannya itu harus diuji, di antaranya dengan tidak membenci kematian, karena seorang “teman” tidak akan takut bertemu dengan “teman”nya. 

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang ingin melihat Allah, Allah pun ingin melihatnya.” Memang benar, seorang pecinta Allah yang ikhlas mungkin saja takut akan kematian sebelum tuntas mempersiapkan dirinya untuk kehidupan akhirat. Namun, jika ia benar-benar ikhlas, pasti ia akan bersemangat mempersiapkan diri. Jadi, salah satu tanda bahwa seseorang mencintai Allah adalah tidak takut mati.

2. Mengorbankan Kehendak
Tanda berikutnya adalah kesediaan seseorang untuk mengorbankan segala hasrat dan kehendaknya demi mencapai kehendak Allah. Ia harus mengikuti dan melaksanakan segala sesuatu yang dapat mendekatkannya kepada Allah seraya menjauhkan diri dari segala yang menjauhkannya dari Allah.

Kendati demikian, orang yang pernah melakukan dosa tidak lantas divonis tidak mencintai Allah sama sekali. Keberdosaannya itu semata-mata membuktikan bahwa ia tidak mencintai-Nya sepenuh hati. Wali Fudhail berkata kepada seseorang:
“Jika ada yang bertanya kepadamu, cintakah engkau kepada Allah? Diamlah! Karena jika kau jawab: ‘Aku tidak mencintai-Nya’, kau telah kafir. Namun kau jawab: ‘Ya, aku mencintai-Nya’, berarti kau dusta karena banyak perbuatanmu yang bertentangan dengan pengakuanmu.”
3. Zikir
Tanda yang ketiga adalah pikiran yang selalu hidup dan segar berkat zikir kepada Allah. Setiap saat, ingatan kepada-Nya tak pernah lepas dari pikirannya. Seorang pecinta pasti akan terus mengingat kekasihnya. Pikirannya saja ingat kepada Allah, apalagi hatinya. 

Jika cintanya itu sempurna, tentu ia tidak akan pernah melupakan-Nya. Meski demikian, mungkin saja cinta kepada Allah tidak menempati tempat utama di hari seseorang, namun kecintaan akan cinta kepada Allah menguasai hatinya. Kedua hal itu, cinta kepada Allah dan kecintaan akan cinta kepada-Nya, sungguh berbeda.

4. Alquran
Tanda cinta kepada Allah yang keempat adalah mencintai Alquran, firman Allah, dan mencintai Muhammad sebagai hamba dan rasulnya. Lalu, jika cintanya benar-benar kuat, ia akan mencintai semua manusia, karena mereka semua adalah hamba Allah. Bahkan, cintanya akan meliputi seluruh mahluk, karena orang yang mencintai seseorang akan mencintai karya-karya cipta dan tulisan tangannya.

5. Uzlah
Tanda yang kelima adalah adanya hasrat yang kuat untuk beruzlah demi tujuan ibadah. Seorang yang mencintai Allah senantiasa mendambakan datangnya malam agar bisa berhubungan dengan Temannya tanpa halangan. Jika ia lebih menyukai bercakap-cakap di siang hari dan tidur di malam hari ketimbang melakukan uzlah seperti itu, berarti cintanya tidak sempurna. Allah berkata kepada Daud a.s.: 
“Jangan terlalu dekat dengan manusia, karena ada dua jenis manusia yang jauh dari kehadiran-Ku, yaitu orang yang bernafsu mencari imbalan namun semangatnya kendor setelah mendapatkannya, dan orang yang lebih menyukai pikiran-pikirannya sendiri daripada mengingat-Ku. Tanda-tanda keengganan-Ku adalah Aku membiarkannya sendirian.”
Sebenarnya, jika cinta kepada Allah benar-benar menguasai hati manusia, kecintaan kepada segala sesuatu yang lain akan sirna. Dikisahkan bahwa seorang Bani Israil biasa salat di malam hari. Tetapi ketika melihat seekor burung yang selalu bernyanyi dengan merdu di atas sebatang pohon, ia mulai salat di bawah pohon itu agar dapat menikmati kicaunya. Allah memerintahkan Nabi Daud a.s. untuk mengunjunginya dan berkata kepadanya:
“Engkau telah mencampurkan kecintaan kepada seekor burung yang merdu dengan kecintaan kepada-Ku, sehingga tingkatanmu di antara para wali melorot jatuh.” 
Di lain pihak, ada orang yang sangat mencintai Allah sehingga ketika sedang beribadah kepada-Nya dan rumahnya terbakar habis, ia tidak menyadarinya sama sekali.

6. Mudah Beribadah
Tanda yang keenam adalah perasaan ringan dan mudah untuk beribadah. Seorang wali berkata: “Selama tiga puluh tahun pertama aku menjalankan ibadah malamku dengan susah payah, tetapi tiga puluh tahun kemudian aku bahkan sangat menyukainya.”

Jika cinta kepada Allah sudah sempurna, tak ada kebahagiaan yang bisa menandingi kebahagiaan beribadah kepada-Nya.

7. Mencintai Pencinta-Nya
Tanda ketujuh adalah mencintai orang yang menaati-Nya dan membenci orang-orang yang tidak taat. Sebagaimana dikatakan Alquran: “Mereka bersikap keras kepada orang kafir dan saling mengasihi di antara sesamanya.” 

Nabi saw. pernah bertanya kepada Allah: “Ya Allah, siapakah pencinta-pencinta-Mu?” Dia menjawab, “Orang  yang berpegang erat kepada-Ku layaknya seorang anak kepada ibunya; yang berlindung dalam mengingat-Ku sebagaimana seekor burung mencari perlindungan di sarangnya; dan orang yang murka melihat perbuatan dosa layaknya seekor macan ketika marah; ia tidak takut kepada apa pun!”

Demikianlah tujuh tanda cinta kepada Allah. Apakah kita sudah memiliki semua, sebagian, atau belum sama sekali? Semoga Allah memberikan tujuh tanda cinta itu kepada kita semua.***

___
Sumber: Kîmiyâ’  al-Sa‘âdah (Kimia Ruhani untuk Kebahagiaan Abadi) karya Imam al-Ghazali, Penerjemah : Dedi Slamet Riyadi & Fauzi Bahreisy, Jakarta: Penerbit Zaman, 2007.

ADMIN

BACA JUGA