YURISTGAMEINIGAMEID101

HERMENEUTIKA ISLAM

oleh Abdul Hadi W.M.
HERMENEUTIKA ISLAM


Dalam tradisi Islam atau Arab Persia, dikenal dua bentuk teori penafsiran yaitu yang disebut tafsir dan takwil. Yang pertama tafsir, dari kata al-fasr yang artinya penjelasan atau keterangan, yaitu menerangkan atau mengungkapkan sesuatu yang tidak jelas dalam teks. Tafsir juga dimasukkan sebagai bagian dari ilmu badi, yaitu salah satu cabang ilmu sastra yang mengutamakan keindahan makna dalam penyusunan kalimat. Yang kedua, walaupun cukup krusial dan kontroversial, dapat dipandang sebagai bentuk hermeneutika Islam sebab merupakan bentuk yang lebih intensif dari tafsir. Jika tafsir membatasi diri pada makna lahir dan rasional teks, takwil bergerak lebih jauh ke makna batin teks. Kata takwil berasal dari dua perkataan yang berbeda, tetapi berkaitan. Pertama dari kata awwal, yaitu kembali kepada yang pertama alias maksud teks ditulis. Kedua dari kata iyyalah yaitu mengendalikan sehingga takwil diberi arti sebagai mengendalikan ucapan dan meletakkan makna dalam kedudukan yang sepatutnya.


Takwil sebagai bentuk hermeneutika yang benar, seperti dikemukakan Imam al-Ghazali, tidak semestinya harus meninggalkan makna lahir dan rasional. Karena pengertian tentang takwil dan juga teori sastra yang lahir darinya memerlukan uraian panjang, sebaiknya dibicarakan dalam bab tersendiri. Begitu pula sejarah hermeneutika di Barat memerlukan uraian tersendiri sebagai acuan untuk memahami perkembangan hermeneutika modern.


Bahwa takwil yang berkembang dalam tradisi Islam merupakan bentuk hermeneutika yang relevan bukan saja dalam kajian kebudayaan Islam, dapat dilihat antara lain dengan kian populernya bentuk takwil yang diperkenalkan oleh Ibn “Arabi beserta teorinya tentang Alam Misal. Asas-asas hermeneutika yang diajukan Ibn Arabi telah cukup banyak digunakan dalam kegiatan penafsiran oleh sarjana-sarjana Timur dan Barat, terutama setelah terbitnya buku Henri Corbin Creative Imagination in the Sufism of Ibn “Arabi pada akhir dasawarsa 1960-an. Dapat dikatakan bahwa bagi Ibn 'Arabi dan beberapa sufi kesohor yang lain, hermeneutika tidak lain adalah gerak melampaui simbol (mitsal) kemudian memasuki dan menjelajahi rahasia terdalam teks, yang dengan itu bisa memperoleh makna hakiki. Prosedurnya dapat digambarkan sebagai penyeberangan (i’tibar) dari alam lahir menuju alam rohani. Gerak seperti itu merupakan tindakan kerohanian (intuitif) yang di dalamnya seorang penafsir menyeberangi ungkapan formal teks untuk menyingkap hakikat atau rahasia batin teks. Ta' wil bisa juga digambarkan sebagai perjalanan dari simbol (mitsal) - yaitu lafz atau ungkapan formal- menuju yang disimbolkan atau dimisalkan, yaitu kebenaran terdalam

teks.

Dalam hermeneutika Ibn Arabi pemahaman selalu ditujukan kepada kebenaran dan kebenaran identik dengan realitas yang tersirat. Oleh karena itu, tidak sukar membandingkannya dengan hermeneutika Gadamer. Ini memperlihatkan bahwa takwil sebenarnya masih relevan, sejauh kita dapat memberi arti dan memahaminya secara benar. Imam al-Ghazali menyebut ahli takwil sebagai arbab al-fahm, orang yang memiliki pemahaman yang benar. Kebenaran dalam bahasa Arab disebut al-hagg, yang darinya dibentuk kata-kata hagiga (hakikat). Salah satu arti hagiga ialah intipati, juga realitas yang benar. Dengan demikian, orang yang paham adalah dia yang mengenal intipati sesuatu yang merupakan kebenaran atau hakikat yang benar dari sesuatu. Dalam kaitan ini kebenaran dan realitas merupakan dua hal yang tidak boleh terpisahkan. Keduanya mesti hadir bersama-sama dalam sebuah penuturan dan pemahaman yang benar.


Seperti Heidegger dan Gadamer, dan juga seperti ahli hermeneutika Hindu, ahli takwil Islam yakin bahwa bahasa merupakan satu-satunya wadah yang tepat untuk menyimpan dan menyampaikan kebenaran yang sekaligus adalah realitas dan hakikat sesuatu. Mereka juga memandang bahwa apa yang terjadi dalam teks ketika berlangsung proses pembacaan dan pemahaman, bukanlah sekadar peristiwa bahasa yang merujuk kepada dirinya sendiri, melainkan juga ke dunia di luar dirinya. Tokoh-tokoh hermeneutika Barat seperti Schleiermacher, Dilthey, dan Gadamer menekankan pentingnya aspek kesejarahan teks di samping cakrawala bahasa. Delapan abad sebelum hermeneutika modern muncul, seorang ahli takwil Persia bernama Ayn al-Yudat al-Hamadhani telah mengemukakan hal yang mirip. Takwil yang ditawarkan oleh sufi besar abad ke-12 M itu merupakan contoh dari hermeneutika kesejarahan yang relevan. Hamadhani antara lain mengemukakan enam prinsip atau asas penting hermeneutika.


Enam prinsip penting itu seperti berikut:

Pertama, seorang ahli hermeneutik mesti memiliki pengetahuan bahasa yang luas, terutama semantik. Ini karena wacana tekstual pada dasarnya bersifat musyarik al-dilalah, yaitu mengandung banyak penandaan yang sifatnya simbolik. 

Kedua, bahasa merupakan wadah makna-makna. Kata-kata konseptual yang dipakai manusia bisa saja salah dalam menerjemahkan pesan tentang kebenaran karena tidak ada bahasa yang tidak berkembang dan berubah. Perubahan itu pasti akan disertai perubahan arti yang diberikan kepada kata-kata dan konsep-konsep yang ada dalam bahasa. 

Ketiga, pemahaman memiliki lingkait atau konteks sejarah. 

Keempat, dalam hermeneutika persoalan yang berkaitan dengan kebudayaan dan perkembangan ilmu pengetahuan tidak boleh diabaikan. 

Kelima, keluasan pengetahuan yang dimiliki seorang penafsir sangat menentukan. 

Keenam, penafsiran yang baik sangat ditentukan oleh kemampuan dan kepribadian si penafsir.


Aspek kesejarahan yang ditekankan oleh Ayn al-Oudat al-Hamadhani dan ahli takwil yang lain berakar dalam tradisi ilmu tafsir. Dalam ilmu tafsir senantiasa perlu dibahas sejarah dan situasi pada saat ayat-ayat Alguran diturunkan, termasuk sebab-sebab diturunkannya ayat-ayat itu. Dalam konteks ini secara tersirat dinyatakan teks bersumber dari subjek yang sadar dan disampaikan dengan maksud tertentu. Sementara itu, tafsir yang benar, seperti dikatakan Ahmad asy-Syirbasi (1985) mencakup penjelasan, keterangan dan penyingkapan sesuatu yang maknanya tersembunyi di balik ungkapan lahir.

ADMIN

BACA JUGA