YURISTGAMEINIGAMEID101

IBNU RUSYD (520 - 595 H)

Ibnu Rusyd (520 - 595 H)

Ibnu Rusyd atau Averroes adalah seorang filsuf, sufi, ilmuwan, dan sebagainya. Dia lahir -sebulan sebelum kakeknya wafat- pada tahun 520 Hijriyah dengan nama lengkap Abu Al Walid Muhammad bin Ahmad bin Ahmad bin Rusyd Al Qurthubi.

Sejak kecil, dia sudah giat belajar, terutama kepada sang ayah dengan membaca kitab Al Muwaththa'. Dia juga sempat menimba ilmu fikih dari Abu Masarrah dan sekelompok ulama lain. Ilmu kedokteran, mula-mula dia pelajari dari Abu Marwan bin Hazbul dan Abu Ja'far bin Harun.

Menurut Al-Abbar, di Andalusia tidak pernah ada orang yang sempurna keilmuan dan keutamaannya dibanding Ibnu Rusyd di zamannya. Dia adalah orang yang sangat tawadhu', sehingga dikatakan dia tidak pernah meninggalkan kesibukan belajar dan berzikir semenjak baligh kecuali dua malam saja; malam kematian bapaknya dan malam pernikahannya. 

Dalam keilmuan, Ibnu Rusyd dikenal lebih cenderung pada ilmu sastra, filsafat, dan tasawuf yang menjadikannya tertarik kepada orang-orang bijak. Namun, fatwa-fatwanya terkait masalah fikih sangatlah berpengaruh. Sebagai orang yang begitu menguasai bahasa Arab, dia hapal dengan mantap Diwan Abi Tammam dan Mutanabbi.

Menurut Ibnu Abi Ushaiba'ah dalam Tarikh Al Hukama, Ibnu Rusyd adalah orang yang sangat pandai dalam fikih dan perbandingan madzab, dan kedokteran. Dia sudah menulis puluhan kitab yang masih dibaca sampai hari ini. Di antara karyanya,  misal al-Muqaddimah dan Bidayatul Mujtahid dalam bidang fikih, al-Kulliyyat fit at-Thib dan Syarh Urjuzah Ibni Sina dalam bidang kedokteran, Mukhtashar Al Mustashfa dalam bidang Ushul FiqhTahafut At-Tahafut dalam bidang filsafatdan sejumlah kitab tafsir pemikiran dan terjemahan, seperti Talkhis Al Ilahiyat karya Nicolas, Talkhish Ma Ba'da Ath-Thabi'ah karya Aristoteles, Talkhis Al Istiqshat karya Galenos, dan Syarh Al Qiyas karya Aristoteles.

Ibnu Rusyd sempat menjabat sebagai hakim di Kordova. Dia memiliki hubungan yang unik dengan al-Mansyur sebagai pemimpin di Andalusia pada waktu itu. Dikatakan unik karena awalnya al-Mansyur sangat menyukainya karena keilmuan dan kepribadiannya yang kuat. Rasa suka itu kemudian berubah jadi penyiksaan yang kejam, karena Ibnu Rusyd dianggap sesat dengan pikiran-pikirannya. Bahkan dia dinyatakan ateis dan diasingkan ke Marakis, Maroko dalam waktu yang lama. 

Di akhir hidupnya, al-Mansyur memberikan pengampunan kepada Ibnu Rusyd. Hubungan mereka pun kembali baik dan bersahabat. Akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama karena Ibnu Rusyd sakit dan wafat pada hari Kamis, 9 Shafar 595 H di kota pengasingannya. Dia wafat dengan meninggalkan karya-karya penting, serta rasa duka dan cinta yang mendalam di hati pengikutnya.

Berikut kata bijak Ibnu Rusyd yang paling terkenal: 10 KATA BIJAK IBNU RUSYD

ADMIN

BACA JUGA