YURISTGAMEINIGAMEID101

PENUTUP MUSYAWARAH BURUNG - FARIDUDDIN ATTAR

Fariduddin Attar merupakan salah satu sufi penyair Persia. Dia lahir di Nisyapur (Iran) sekitar 1145 M dengan nama lengkap Fariduddin Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim. Ayahnya merupakan seorang ahli kimia yang kaya raya. Pada awalnya, Attar sendiri dikenal sebagai saudagar minyak wangi yang pandai bercerita. Attar diberi gelar oleh para sufi sebagai "penyebar wangi dan Saitu al Salikin (cemeti orang-orang sufi). Selengkapnya tentang Attar, silakan klik: Fariduddin Attar

Fariduddin Attar
Penutup Musyawarah Burung

O Attar! Telah kau tebarkan di dunia isi bejana wangian kerahasiaan itu. 
Segala ufuk dunia penuh dengan wewangianmu dan para pencinta terusik karena kau. 
Sajak-sajakmu ialah identitasmu; dan itu dikenal sebagai Mantiq Ut-tair. 
Musyawarah dan percakapan serta pembicaraan burung-burung itu 
ialah tahapan-tahapan di jalan kebenaran; 
atau katakanlah, itu Dewan Kemabukan namanya. 

Masuklah ke dewan ini dengan cinta. 
Bila Bulbul cintamu menggelepar lari dan kau mendambakan sesuatu, 
berbuatlah sejalan dengan dambamu. 
Cinta adalah penawar bagi segala ragu, dan ia penawar jiwa di kedua dunia.

O kau yang telah melangkah di jalan kemajuan batin, 
jangan baca bukuku hanya sebagai karya puisi, atau buku sihir, 
tetapi bacalah dengan pengertian; dan untuk itu, 
orang harus lapar akan sesuatu, 
tak puas dengan dirinya sebagai sendiri dan dunia ini. 

Ia yang tak mencium wewangian pembicaraanku 
belum lagi menemukan jalan para pencinta. 
Tetapi ia yang mau membaca ini dengan cermat akan menjadi giat, 
dan akan layak menempuh jalan yang kubicarakan itu.

Sehubungan dengan pembicaraanku ini, 
mereka dari dunia lahiriah akan serupa orang-orang yang mati tenggelam, 
tetapi orang-orang dari dunia batin akan memahami rahasianya. 

Bukuku ialah perhiasan zamannya; 
sekaligus ini persembahan bagi orang-orang terkemuka 
dan hadiah bagi orang kebanyakan. 
Bila seseorang sedingin buku ini, ia akan memancar es, 
membacanya bagai api dari dalam tabir 
yang menyembunyikan rahasia itu daripadanya. 

Tulisanku memiliki keistimewaan yang mengagumkan 
ia akan memberikan lebih banyak manfaat sesuai dengan bagaimana cara membacanya. 
Jika sering engkau membacanya, ia akan memberikan manfaat padamu 
lebih banyak dari setiap kali kau membacanya lagi. 

Cadar wanita ini hanya akan tersingkap bagimu sedikit demi sedikit 
di tempat yang terhormat dan baik. 
Aku telah menebarkan mutiara-mutiara dari lautan renungan; 
dengan itu aku pun terbebas dari kewajiban yang harus kupenuhi, 
dan buku ini ialah buktinya.

Tetapi bila aku terlalu banyak memuji diri sendiri, 
mungkin kau tak setuju; 
sungguh pun ia yang tak berat sebelah akan mengakui jasaku, 
sebab cahaya purnamaku tak tersembunyi.

Jika diriku sendiri tak dikenang, 
aku akan dikenang sampai hari kiamat 
karena mutiara-mutiara puisi yang telah kutebarkan di atas kepala banyak orang. 
Kubah-kubah langit akan hancur sebelum sajak ini nanti sirna.

Wahai pembaca, bila kau mengalami keadaan yang baik 
karena telah membaca sajak ini dengan penuh perhatian, 
kenang penyairnya dalam doa-doamu. 
Telah kutaburkan di sana-sini bunga-bunga baik, O sahabat-sahabatku!

Setiap guru menyingkapkan mawar dari kebun. 
Kenang aku, baik-gagasan-gagasannya dengan caranya sendiri yang khas, 
dan kemudian ia pun lenyap. 

Seperti mereka yang lebih dulu dari aku, 
aku telah memperlihatkan burung jiwaku pada orang-orang yang tidur. 
Mungkin tidur yang memenuhi hidupmu telah menjauhkanmu dari pembicaraan ini; 
tetapi, setelah mendengar ini, jiwamu akan dibangunkan oleh rahasia yang disingkapkannya.

Kini pikiranku hitam karena asap bagai mihrab yang diberi lampu: 
Telah kukatakan dalam hati, 

"O kau yang begitu banyak bicara, 
ketimbang begitu banyak bicara, 
pukullah kepalamu dan carilah rahasia-rahasia itu.

Apakah gunanya segala pembicaraan ini 
bagi orang-orang yang dirusak oleh nafsu 
mementingkan diri sendiri. 
Apakah yang mungkin muncul dari hati 
yang diliputi kesombongan dan kebanggaan diri?”

Bila kau mengharapkan lautan jiwamu tetap tinggal
dalam gerak yang bermanfaat, kau harus mematikan diri
terhadap hidupmu yang dulu, dan kemudian tinggal diam
membisu.


Penerjemah: Rizal Qomaruddin Azizi

ADMIN

BACA JUGA