YURISTGAMEINIGAMEID101

BAHAYA MAKANAN HARAM

BAHAYA MAKANAN HARAM

Untuk mencapai hadirat Ilahi, seseorang mesti menjaga diri dari makanan yang tidak halal alias makanan haram. Intinya, apa saja yang masuk ke dalam badan harusnya sesuatu yang halal. 

Makanan yang tidak halal akan mengeraskan dan mematikan hati. Ia juga menyebabkan terhijabnya manusia untuk masuk ke dalam hadirat Ilahi. Imam Abu Hanifah pernah berkata:
"Seandainya seseorang terus beribadah kepada Allah sehingga seperti tonggak, namun ia tidak peduli dengan makanan apa yang masuk dalam perutnya, halal atau haram, maka semua ibadahnya akan sia-sia."
Abu Ishaq Ibrahim ibn Adham menyatakan, yang terpenting seseorang harus meneliti dan membersihkan makanannya dari makanan yang tidak halal. Setelah itu, tidak ada lagi beban, walau tidak berpuasa di siang hari dan tidak bangun di malam hari.

Makanan adalah sesuatu yang sangat penting bagi keselamatan dan kehidupan ruhani manusia. Abu Bakar at-Tirmudzi menyatakan, seseorang tidak akan terhalang maksudnya kepada Allah kecuali dengan tiga masalah:

1. Menggunakan hujjah (dalih, dalil, dan sebagainya) yang sebenarnya tidak tepat digunakan (apologi) hanya untuk melindungi diri dari rasa malu;
2. Tergesa-gesa dalam tarekat menuju Allah hanya karena mengikuti hawa nafsu;
3. Makan makanan haram dan subhat (sesuatu yang tidak jelas halal dan haramnya)

Makanan yang tidak halal membawa pengaruh besar pada ruhani kita. Imam Sahal menyatakan, orang yang makan makanan haram tidak akan terbuka hatinya. Salat, puasa dan sedekahnya tidak diterima oleh Tuhan. Bahkan, dengan makanannya itu, ia akan cepat mendapatkan siksa. Sedang Ali Al-Khowash menyatakan:
"Beribadah dengan modal makanan tidak halal adalah seperti merpati yang mengerami telur busuk."
Dengan kata lain, dia telah menyusahkan diri sendiri dengan diam lama di tempat itu, padahal tidak akan ada satu pun telur yang menetas. Sebaliknya, yang keluar justru barang busuk dengan bau menyengat. 

Selain itu, makanan yang tidak halal akan berubah menjadi api yang membakar ketajaman berpikir, menghilangkan kenikmatan zikir, membakar kesucian niat, membutakan mata hatinya, dan membesar hawa nafsu.

Oleh karena itu, sudah sewajibnya, seorang salik atau siapapun itu agar menjaga diri dari makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Apalagi jika semua yang tidak halal itu telah menjadi darah dan daging dalam tubuh. Ingatlah, daging dan darah yang tercipta dari sesuatu yang haram merupakan makan lezat api neraka.

ADMIN

BACA JUGA