YURISTGAMEINIGAMEID101

HARU: TIGA PEMUDA TERJEBAK DALAM GUA

Haru: Tiga Pemuda Terjebak dalam Gua

Dahulu, ada tiga orang lelaki berteduh di dalam sebuah gua. Tiba-tiba pintu gua itu tertutup oleh sebuah batu besar. Salah seorang dari mereka berkata, “Sesungguhnya demi Allah, tidak ada yang bisa menyelamatkan kecuali jika kita berkata benar, maka hendaklah kita berdoa kepada Allah dengan mengadukan bahwasanya kita telah beramal dengan penuh keikhlasan.

Seorang lagi dari mereka berdoa, “Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa aku mempunyai seorang pelayan yang bekerja untukku dengan upah tiga sha’ padi, lalu ia pergi meninggalkannya. Kemudian aku menanam padi tersebut sehingga dari hasilnya aku mampu membeli seekor sapi. Setelah beberapa waktu, ia datang kepadaku untuk mengambil upahnya. Aku berkata kepadanya, ‘Ambillah sapi itu dan peliharalah!’ Ia berkata, ‘Aku hanya berhak atas tiga sha’ padi darimu’. Aku berkata lagi, ‘Ambillah sapi itu, karena ia adalah hasil dari padi yang tiga sha’ itu’. Maka ia memeliharanya. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa hal itu aku lakukan karena takut kepada-Mu, maka bukakanlah pintu gua ini untuk kami.” Setelah itu batu besar tersebut bergeser sedikit.

Lelaki yang satunya berdoa, “Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa saya memiliki orangtua, keduanya sudah lanjut usia. Setiap malam saya menyediakan susu kambing untuk mereka. Namun, pernah suatu malam saya terlambat. Saya mendatanginya setelah mereka berdua tertidur. Sedangkan keluarga anak dan istri saya merasakan lapar. Saya tidak memberi mereka makan sebelum saya memberi minum untuk kedua orangtuaku. Saya takut membangunkan mereka, dan apabila saya tinggalkan mereka, saya takut mereka menjadi lemah karena tidak minum susu tersebut. Saya pun menunggu mereka sampai terbit fajar. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa saya lakukan itu karena semata-mata takut kepada-Mu, maka bukakanlah pintu gua ini untuk kami.” Maka, bergeserlah batu besar yang menutupi permukaan gua sehingga mereka dapat melihat langit.

Kemudian, lelaki yang terakhir berdoa, “Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa aku memiliki seorang saudara sepupu (anak paman) dan merupakan orang yang paling sangat aku cintai. Aku ingin melakukan zina dengannya. Namun, ia enggan melakukannya kecuali jika aku memberinya uang senilai seratus dinar. Aku pun pergi mencarinya. Setelah uang itu terkumpul, aku memberikan uang itu kepadanya dan mengajaknya berbuat zina. Ketika aku berada di antara kedua kakinya, ia berkata, ‘Takutlah kepada Allah!’ Maka aku berdiri dan pergi meninggalkannya dengan uang seratus dinar tersebut. Kegadisannya tidak jadi ternodai. Apabila aku berbuat demikian karena takut kepada-Mu, bukanlah pintu gua ini untuk kami.” Maka Allah membukakan batu yang menutup pintu gua sehingga mereka dapat keluar dengan selamat.
___
Sumber: Shahih Bukhari, Ahaditsul Anbiya’: 3206. Shahih Muslim, adz Dzikr wad Du’a wal Istighfar : 4926

ADMIN

BACA JUGA