YURISTGAMEINIGAMEID101

ANTARA MENGEMIS DUNIA DAN AKHIRAT

Antara Mengemis Dunia dan Akhirat

Ja'far bin Hidhr bin Yahya Janahi Hilli al-Najafi  dalam kitab Kasyiful Ghitha menceritakan:

Suatu malam saat bangun dari tidurnya untuk mengerjakan shalat tahajud. Beliau pun membangunkan putranya sambil berkata, “Bangun, mari sama-sama kita pergi ke makam suci Imam dan shalat di sana.” 

Bangun tidur pada waktu malam seperti itu sangatlah berat bagi putra beliau yang masih muda. Ia pun berkata kepada ayahnya, “Saya sekarang belum siap. Silakan Ayah pergi dulu dan jangan menunggu saya. Nanti saya menyusul.”

Beliau menjawab, “Ayah akan tetap berada di sini. Ayo, bangun dan bersiaplah kita pergi bersama.”

Putra beliau pun dengan terpaksa bangun dari tidurnya lalu mengambil air wudhu, kemudian mereka berdua berjalan bersama. Ketika sampai di pintu halaman wilayah makam, mereka melihat seorang lelaki miskin yang sedang meminta-minta. Sang ayah berkata, “Untuk apakah orang ini berada di sini pada waktu malam seperti ini?” Sang putra menjawab, “Untuk mengemis.”
Ayahnya berkata, “Berapa kira-kira uang yang ia peroleh dari orang-orang yang lewat?”
Ia menjawab, “Kurang lebih satu Tuman (mata uang Iran).”

Ayahnya berkata, “Coba pikirlah baik-baik. Orang ini, demi mendapatkan sedikit uang, rela meninggalkan tempat tidurnya, bangun pada waktu malam seperti ini hanya untuk mengemis. Apakah kamu tidak memiliki keyakinan sama seperti orang ini berkenaan dengan janji-janji Allah tentang mereka yang bangun pada waktu malam dan mereka yang mengerjakan shalat tahajud, sebagaimana yang tercantum dalam firman-Nya?

“Mereka tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata.” (QS Al-Sajdah [32]: 17)

Sang putra begitu terguncang setelah mendengar ucapan yang keluar dari hati yang hidup itu, dan akhirnya sadar. Semenjak itu sampai akhir hayatnya, ia selalu bangun pada waktu akhir malam dan tidak pernah meninggalkan shalat malam.

Kisah ini menarik kita renungkan lebih dalam sebagai perbandingan antara orang yang mengemis dunia kepada manusia dengan orang yang mengemis akhirat kepada Allah pada waktu malam. Keduanya sama-sama berjuang untuk bangun, tetapi tujuannya berbeda. Manakah yang lebih mulia?

ADMIN

BACA JUGA