YURISTGAMEINIGAMEID101

FILOSOFI SALAM DALAM SHALAT

Filosofi Salam dalam Shalat

Mengucapkan ”Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” dalam shalat merupakan salah satu rukun shalat, yakni salam yang pertama, dan salam yang kedua adalah sunah. Salam berarti keselamatan, dan bisa juga bermakna sapaan, atau menyapa dengan cara mendoakan keselamatannya. Bila salam adalah sapaan keselamatan, lantas siapa yang sebenarnya disapa dalam shalat? Banyak orang tidak tahu, kenapa ada salam di akhir shalat. Selama ini mereka hanya mengucapkan salam tanpa tahu maksud dan keutamaannya. 

Syahid Tsani berkata, “Tatkala Anda selesai melakukan tasyahud, bayangkanlah bahwa diri Anda tengah berada di hadapan Rasulullah Saw., para malaikat yang dekat dengan Allah, dan para nabi dan imam, serta malaikat penjaga yang bertugas mencatat amal perbuatan Anda, lalu ucapkanlah:

"Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh"

Perhatikan kata ganti kum dalam kata ‘alaikum yang bermakna kalian.

“Dengan demikian, selama Anda tidak menentukan siapa yang hendak Anda beri salam, jangan Anda mengucapkannya. Sebab, yang demikian itu Anda menganggap salam yang Anda ucapkan adalah tidak berarti sia-sia belaka. Jika Anda menjadi imam shalat berjamaah, selain dari yang telah disebutkan, tambahkanlah niat untuk memberi salam kepada para makmum. 

Sedangkan mereka (para makmum), dalam mengucapkan salam pertama, adalah demi menjawab salam Anda. Sedangkan salam mereka yang kedua adalah demi memberi salam kepada para nabi, para imam, para malaikat. 

Jika melaksanakan kewajiban salam semacam ini, Anda layak untuk mendapatkan penghormatan dari sisi Allah Swt.”

Imam Ja‘far Al-Shadiq berkata, “Arti salam di akhir shalat adalah keamanan dan keselamatan. Yakni, seorang yang melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul-Nya dengan hati khusyuk dan tunduk, aman dari bencana dunia dan terhindar dari siksa akhirat. Salam merupakan salah satu nama Allah yang dititipkan kepada para makhluk-Nya, agar mereka menggunakannya sebagai landasan dalam mengadakan transaksi, memelihara amanat, dan sebagai pendukung demi terciptanya hubungan dan pergaulan yang baik di antara mereka.”

Kemudian, kenapa salam ditaruh di akhir shalat, bukan di awal? Hal ini mengisyaratkan pada kita, agar salam yang diucapkan di akhir shalat, bisa kita bawa ke luar shalat, ke dalam kehidupan sehari-hari. Artinya salam juga harus diucapkan di luar shalat kepada sesama Muslim, agar tercipta keselamatan, keamanan, dan keakraban. 

ADMIN

BACA JUGA