YURISTGAMEINIGAMEID101

HAKIKAT SALAT

Sebelum kita membahas hadits yang berkaitan dengan "kehidupan di mihrab shalat" bersama  segala sesuatu yang ada di dalamnya, termasuk nilai-nilai rohaniah, maka lazim merasakan ukuran shalat dan kedudukannya yang merupakan bagian terpenting dari Islam. Shalat itu merupakan tiang, penyangga yang sekaligus menjadi ciri Islam dan juga pembeda antara si kafir dan si muslim. Shalat merupakan syarat mencapai keselamatan dan penyangga iman seseorang. la juga sebagai penghubung antara hamba dan Tuhannya. la adalah penyejuk mata dan pelipur hati.

Begitu mulia dan luhur nilainya, sehingga shalat itu pertama kali diwajibkan pada malam Isra dan Mikraj, seolah-olah hal ini menunjuk pada hakikat shalat dan seakan-akan roh kita naik ketika shalat menghadap Sang Maha Pencipta untuk memperoleh tambahan iman dan takwa.
Perintah untuk menegakkan shalat banyak disebutkan di dalam Al-Quran, antara lain,
. . Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (anNisaas : 103)"



"Peliharalah shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthal Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu. " (al-Baqarah: 238)

"Dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang ruku. " (al-Baqarah : 43)

"(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguh karena kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. " (al-Hajj: 41)

 Di antara hadits-hadits Nabi saw. yang menerangkan tentang shalat, kedudukan, dan misinya adalah sebagai berikut.

Shalat wustha ialah shalat yang di tengah-tengah dan yang paling utama. Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan shalat wustha ialah shalat ashar. Menurut kebanyakan ahli hadits, ayat ini menekankan agar semua shalat itu dikerjakan dengan sebaik-baiknya.

"Dari Ibnu Mas'ud r.a. berkata, 'Aku bertanya kepada Rasulullah saw., 'Amalan apakah yang afdal?' Beliau menjawab. 'Shalat sesuai dengan waktunya. 'Aku bertanya, 'Kemudian apa lagi?' Beliau menjawab, 'Berbuat baik kepada orang tua.' Aku bertanya lagi, 'Kemudian apa lagi?' Beliau menjawab, 'Jihad di jalan Allah. "" (Hadits Muttafaq 'alaih)

Dari Jabir bin Abdullah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Perbedaan antara seorang muslim dan musyrik serta  kafir adalah mereka (musyrik serta kafir) meninggalkan shalat. " (HR Muslim)

Abu Hurairah r.a. mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Apakah kalian tahu andaikan sebuah sungai berada di rumah salah seorang di antara kalian dan ia mandi di sana lima kali setiap hari, maka apakah masih tertinggal daki (kotoran) dari badannya?" Mereka berkata, "Tidak ada yang tertinggal sesuatu kotoran dari badannya." Beliau berkata, "Maka demikianlah perumpamaan shalat lima kali itu, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan. " (Muttafaq 'alaih)

____

Sumber: Berjumpa Allah Lewat Salat, karya Syekh Mushthafa Masyhur, Penerjemah Abu Fahmi, Jakarta: Gema Insani, 2002.

ADMIN

BACA JUGA