YURISTGAMEINIGAMEID101

PENGERTIAN DOA MENURUT ALQURAN


Perkataan “doa” begitu melekat dalam kehidupan beragama kita. Bahkan istilah “do’a” (tanpa “koma”: doa) juga biasa digunakan oleh umat beragama lain (nonmuslim) dalam menyebut permohonan atau permintaan kepada tuhannya. Padahal, menurut asal-muasalnya, istilah “doa” bersumber dari Alquran dan As Sunnah.


Dalam etimologi bahasa Arab, perkataan “doa” berasal dari; “da’aa”-“yada’uu”-“du’aa-an” yang bermakna “memohon” atau “meminta”. Dalam kamus Lisanul Arab dijelaskan bahwa doa adalah permohonan dengan sungguh-sungguh kepada Allah.3 Namun jika merujuk kepada ayat-ayat Alquran, perkataan “doa” memiliki arti yang lebih luas antara lain:


1) Dalam Alquran surat Al A’raf ayat 55, perkataan “doa” diartikan sebagai “pemohonan kepada Allah”. 

“Mohonlah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut”.

2) Menurut Al Qashash ayat 88, “doa” dimaknai dengan “menyembah”. 


“Jaganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah Tuhan apa pun yang lain”.


3) An Nahl ayat 125, “doa” diartikan sebagai “seruan” atau “panggilan”. 


“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik”.


4) “Doa” menurut surat Yunus ayat 10 bermakna “ucapan”.

  
“Dan penutup ucapan mereka (ahli surga) ialah: ‘Alhamdu-lillaahi Rabbil ‘aalamin’.” 

5) Menurut Al A’raf ayat 5, “doa” merupakan “keluh kesah”.


“Maka tidak adalah keluhan mereka pada waktu datang kepada mereka siksaan kami, kecuali mengatakan: Sesungguhnya kami adalah orang–orang yang dzalim”.


Dalam perkembangannya, para ulama dan cendekiawan muslim mendefinisikan doa secara lebih mendalam dan variatif. Ibnul Qayyim, misalnya, dalam kitabnya Bada’i al-Fawa’id menjelaskan, doa adalah permohonan mengenai berbagai hal yang bermanfaat serta dijauhkan dari segala sesuatu yang mendatangkan kemudharatan. Sedangkan menurut Al Khathabi dalam kitabnya, Sya’n al-Du’a, doa merupakan permohonan kepada Allah SWT dengan menunjukkan kefakiran kepada-Nya dan membebaskan diri dari keyakinan terhadap kekuatan selain Allah. 


Kekuatan Allah memang satu-satunya kekuatan yang mampu mempengaruhi bahkan menentukan segala aspek yang berkenaan dengan kehidupan manusia. Itulah sebabnya, dalam doa-doa yang dipanjatkan, sesungguhnya kita memohon intervensi Allah (divine intervention) untuk mewujudkan keinginan, harapan atau cita-cita yang tengah kita usahakan. Dengan demikian, berdoa (yang menyertai suatu ikhtiar/usaha) merupakan upaya dalam melipatgandakan potensi. Pasalnya, berdoa adalah upaya batin, sebagai pelengkap dari upaya dzahir. 

ADMIN

BACA JUGA