YURISTGAMEINIGAMEID101

PENGERTIAN ZIKIR MENURUT ALQURAN

Pengertian Zikir menurut Alquran

Berbeda dengan “do’a” (tanpa koma: doa), istilah “zikir” hanya dikenal dalam kehidupan orang-orang yang beriman. Namun demikian, baik perkataan “doa” maupun “zikir”, asal-muasal pengertiannya bersumber dari Alquran dan Hadits.

Secara etimologi, kata “zikir” berasal dari bahasa Arab; “dzakara” – “adzkuru” – “dzikran” yang berarti “mengingat” atau “menyebut”. Tetapi, jika merujuk pada ayat-ayat Alquran, perkataan “zikir” memiliki makna yang berbeda-beda, diantaranya:

1) Alquran surat Al Hijr ayat 9 menyebut “zikir” sebagai “nama lain Al Quran”.


“Sesungguhnya kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.


2) Surat Yasin ayat 11 memaknai “zikir” sebagai “peringatan”. 


“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah”.


3) “Zikir” menurut surat Shad ayat 1 berarti “keagungan”. 

“Shaad, demi Al Quran yang mempunyai keagungan”.

4) Di dalam Al Qamar ayat 25 menyebutkan bahwa “zikir” itu bermakna “wahyu”. 


“Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebagaimana dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong”.


5) Berdasarkan surat Yusuf ayat 104, “zikir” diartikan sebagai “pengajaran”. 


“Itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam”.


Secara istilah ada yang mengartikan zikir sebagai proses komunikasi seorang hamba (secara lisan atau hati) dengan Allah SWT. Baik melalui ber-takbir (Allahu Akbar), tahmid (Alhamdulillah), tasbih (subhanallah), tahlil (laa ilaaha illallaah), memanjatkan doa, membaca Al Quran, maupun yang lainnya. Proses ini bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun, sendiri atau berjamaah, sesuai ketentuan yang ditetapkan. Pendapat ini, senada dengan yang dikemukakan oleh Muhammad Hasbi Ash Shiddiqie dalam buku “Pedoman Zikir dan Doa”.


Perlu dipahami, bahwa cara berzikir semacam itu disebut pula dengan istilah “wirid”. Wirid yaitu melafalkan untaian kata-kata zikir yang ma’tsurat (ada contoh dan tuntunan dari Rasulullah). Wirid termasuk ibadah mahdhah, yaitu ibadah yang langsung kepada Allah. Misalnya saja wirid (zikir) ketika shalat dan setelahnya, ketika prosesi haji dan umrah, dan lain-lain.

Pada dasarnya zikir atau dzikrullah (mengingat Allah) merupakan persoalan hati (qalbu). Maksudnya, hati harus senantiasa mengingat Allah dalam setiap tindak tanduk kita, baik dalam hubungannya dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia, maupun hubungan dengan makhluk lainnya. Dengan demikian, berdasarkan pemahaman ini, dzikrullah tidak cukup diucapkan oleh hati dan lisan, tetapi yang jauh lebih penting adalah diamalkan dalam bentuk perbuatan.


ADMIN

BACA JUGA