YURISTGAMEINIGAMEID101

PERLUNYA UZLAH YANG BENAR

PERLUNYA UZLAH YANG BENAR

Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasul: "Siapa manusia yang paling utama?" "Mereka adalah orang yang berjuang dengan jiwa dan hartanya", Jawab Rasul. "Kemudian siapa lagi?" "Laki-laki yang menyendiri dalam lereng-lereng gunung untuk beribadah kepada Allah (uzlah)." (HR.Bukhari Muslim).

Uzlah adalah menyendiri dan menjauhi keramaian masyarakat. Tujuannya, agar tidak terpengaruh segala dampak buruk dari pergaulan mereka. Model uzlah seperti ini mengandung banyak kebaikan, dunia maupun akhirat. As-Sirry menyatakan:
"Siapa yang ingin selamat agamanya, ringan bebannya dan sedikit susahnya, hendaknya menghindarkan diri dari pengaruh jahat manusia."
Pernyataan itu dikuatkan oleh sebuah hadis: "Akan datang suatu masa di mana seseorang sulit melaksanakan ajaran agamanya dengan baik, kecuali dengan lari ke desa-desa, ke gunung-gunung, atau ke gua-gua seperti musang yang menggali tanah"

Kenyataannya, pergaulan memang banyak mendatangkan dampak negatif dibanding yang positif. Belum pernah terjadi suatu peperangan, fitnah dan malapetaka kecuali timbul karena salah pergaulan. Karena itu, untuk pertama kalinya, seorang murid harus melakukan uzlah untuk bisa berkhalwat dengan tenang.

Akan tetapi, hal itu bukan berarti seseorang yang melakukan uzlah mesti memutuskan hubungan kekeluargaan dan kemasyarakatan. Muhammad ibn alMunir menyatakan:
"Tidak benar orang yang melakukan uzlah kemudian memutuskan hubungan kekeluargaan dan kemasyarakatan. Sebaliknya, justru dengan uzlah seseorang harus semakin merapatkan barisan dan semakin mempererat hubungan sesama muslim."
Sebab, terjadinya hubungan sesama manusia, pada dasarnya lebih disebabkan karena adanya persamaan nilai, perasaan, dan tujuan. Dikatakan dalam sebuah hadis:  
"Ruh manusia dalam alam ruh terdiri atas banyak golongan. Bila telah saling mengenal, maka di dunia  akan hidup rukun. Bila bertentangan, akan timbul perselisihan"
Namun demikian, persoalan uzlah ini perlu dilihat dalam konteks yang lebih maslahah. Maksudnya, uzlah bukan berarti mesti lebih baik dari bercampur dengan masyarakat; begitu juga sebaliknya. Hanya saja, pada akhir kehidupannya, seorang yang arif hendaknya melakukan uzlah sebagaimana yang dilakukan Rasul setelah turun surat an-Nashr, agar ia lebih bisa tenang dan khusyuk dalam melakukan pendekatan kepada Allah.

Menurut Ali Khawash, khalwat adalah membersihkan hati dan meninggalkan segala sesuatu yang bisa mengganggu kekhusyukan diri kepada Allah. Sedang uzlah adalah menjauhkan hati, nafsu dan ajakan-ajakan lain yang mengarah kepada kejahatan.

ADMIN

BACA JUGA