YURISTGAMEINIGAMEID101

RAHASIA SUJUD

Sujud dibutuhkan oleh kita untuk sejenak berhenti dengan penuh ketenangan yang mengandung makna yang sangat dalam dan khusyuk. la juga merupakan bagian shalat yang paling baik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Sedekat-dekatnya hamba dari Tuhannya adalah seorang yang bersujud. Oleh karena itu, banyak-banyaklah berdoa. " (HR Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa'i)

Oleh karena itu, saat Anda menyungkurkan diri untuk bersujud, hal ini merupakan sebaik-baiknya cara "merendahkan diri". Sentuhkanlah wajah atau muka yang merupakan bagian anggota badan yang kita anggap paling mulia pada suatu tempat yang biasanya dianggap rendah, misalnya lantai atau tanah yang tak dialasi sesuatu, yang sehari-harinya hanya pantas untuk diinjak. Di sinilah kesempatan bagi Anda untuk memujinya dengan kalimat-kalimat yang indah dan agung guna mengagungkan dan meninggikan Allah swt., dengan membaca "Subhana rabbiyal  a'la."  (Maha Suci, wahai Rabbku yang Maha Tinggi).

Sesungguhnya orang yang sujud kepada Allah dalam shalat dan wajahnya menyentuh tanah atau lantai tempat persujudan, menjadikan dirinya tinggi dan mulia di dunia ini. Sebab, ketika itu, dia benar-benar dekat dengan Allah.

Sujud, khususnya ketika shalat tahajud di keheningan malam, akan memberikan suatu rasa kenikmatan, kelezatan, kesenangan, dan kekhusyukan dalam shalat tersebut. Rasulullah saw. selalu memanjangkan waktu sujud di dalam Shalat tahajjudnya, sehingga Aisyah r. a. (istrinya) mengira bahwa beliau tertidur.

Sujud yang khusyuk dan menangis di hadapan Allah swt. telah dikenal sejak zaman dahulu, sebagaimana Allah berfirman:

"Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Ismail. Dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. " (Maryam: 58)

Apabila kita perhatikan Al-Quran, maka ternyata kata-kata "sujud” lebih banyak dijumpai daripada rukuk, şebab di sinilah terdapat momen-momen yang sesuai untuk merendahkan diri bagi seorang hamba di hadapan Allah.

"Apakah kamu tiada mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bunıi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian beşar dari manusia? Dan;banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." (al-Hajj: 18)

Maka, bagi siapa yang menolak atau mengabaikan sujud kepada Allah, maka kepadanyalah hak untuk mendapat azab Allah.

Alangkah indahnya sujud yang disertai dengan khusyuk dan diiringi tangis lirih di keheningan malam. Seorang mukmin bersujud mencurahkan segala isi hatinya, mengadukan dirinya dan kesedihannya kepada Allah. Maka ia pun merasakan timbulnya suatu keyakinan ketika sujud dan sesudahnya yang dapat menghilangkan kepedulian dan kesusahannya, kelapangan dada serta kemudahan persoalannya.

Alangkah indahnya sujud yang disertai dengan khusyuk di keheningan malam, ketika seorang mukmin yang terpenjara di kamar tahanan bersujud, maka seketika itu berubahlah penjara itu dan juga siksaannya menjadi sejuk dan damai. Sabar dan penuh perhitungan keperkasaan dan kekuatan, serta yakin akan pertolongan Allah bagi hamba-Nya yang mukmin lagi bersabar.

Tak ada kekuatan dan aktivitas yang lebih unggul daripada bersujud di waktu sahur, bagi orang yang teraniaya, yang berdoa kepada Allah untuk diselamatkan dari kekejaman si durjana. Juga mereka yang memerangi dakwatullah (seruan Allah) dan para dai mukhlisin kepada Allah. Yang demikian itü merupakan suatu permohonan seorang yang teraniaya dengan mengerahkan kemampuan yang ia miliki dengan doa di waktu sahur (pagi menjelang subuh).

Alangkah bahagianya berkunjung di malam hari bersujud kepada-Nya dengan penuh ketenangan, menyendiri dan terhindar darİ pengaruh kebiasaan, sehingga dengan bersujud itu, ia merasa mendapatkan ketenangan, ketenteraman, kedamaian, dan keamanan karena adanya perlindungan Allah swt..

____
Sumber: Berjumpa Allah Lewat Salat, karya Syekh Mushthafa Masyhur, Penerjemah Abu Fahmi, Jakarta: Gema Insani, 2002.

ADMIN

BACA JUGA