YURISTGAMEINIGAMEID101

TIGA MAKNA AL-HAQ UNTUK KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Tiga Makna Al-Haq untuk Kehidupan Sehari-Hari

Al-Haq merupakan nama Allah (asmaul husna) yang ke-51 yang bermakna "Yang Maha Benar". Kata “Al-Haq” terulang 227 kali dalam Al-Qur’an beragam arti, sedangkan penyebutan “Al-Haq” sebagai sifat Allah hanya terjadi 3 kali.

Secara bahasa, Al-Haq bermakna “kemantapan sesuatu dan kebenarannya”. Contohnya kalimat: haqqa asy syai, artinya “sesuatu itu wajib dan niscaya”. Lawan Al-Haq adalah al-bāthil, artinya “kekeliruan” atau “kebatilan”. 

Al-Haq sebagai salah satu nama Allah SWT tercermin dalam Al-Qur’an:

“Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang Haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati. Dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Q.S. Al-Hājj : 6

Allah adalah Dzat Yang Maha Benar. Segala sesuatu yang berasal dari Allah adalah benar adanya, mantap, dan tidak berubah. Begitulah Allah dengan sifat Al-Haq-Nya.

“Demikianlah, karena sesungguhnya Allah adalah Al-Haq dan se-sungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah itulah al batil. Dan sesungguhnya, Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar”. Q.S. Luqman : 30. 

Al-Haq mutlak hanyalah untuk Allah. Tiada yang menyandangnya kecuali Dia. Berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang Arab Jahiliyah, misalnya, sama sekali tidak memiliki sifat ketuhanan. Begitu pula dengan segala bentuk atau ragam pemberhalaan keduniawian di zaman modern ini. Semuanya merupakan kebatilan dan pastilah lenyap. Allah adalah Al-Haq, yang suci dari segala kekurangan. Dia terbebas dari kebodohan, kelemahan, materi (jism), dari dimensi ruang dan waktu. Imam Az Zujaji mengatakan, Allah itu Maha Pasti. Apa yang disembah selain Allah, itu tidak pasti. Itulah sebabnya Allah pasti dalam kaitan perintah, larangan, janji, ancaman dan semua yang Dia turunkan melalui para rasul Nya. 

Selain sifat untuk Dzat Allah, Al-Haq juga merupakan sifat untuk segenap perbuatan-Nya, yakni penyifatan semua perbuatan Allah dengan Al-Haq adalah bahwa semua perbuatan-Nya bersifat bijak dan terjaga dari kesia-siaan. Al-Qur’an menyebutkan:

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan haq. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”. Q.S. Yunus : 5.

Dari nama Allah ini, kita bisa mengambil pelajaran untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut:

a. Berkata Jujur
Kejujuran dalam berbicara merupakan salah satu ciri kemuliaan akhlak. Kejujuran akan membuahkan kepercayaan. Sebaliknya, kebiasaan berbohong akan menghilangkan kepercayaan orang lain. 

b. Menyampaikan Kebenaran
Kebenaran itu harus disampaikan walaupun hanya satu ayat, sebab menyampaikan kebenaran merupakan perintah dari Allah dan Rasul-Nya yang harus dilaksanakan meskipun terasa pahit.

c. Berperilaku Benar
Orang yang berkata jujur dan lisannya menyampaikan kebenaran, menjadi tidak ada artinya bila tidak diiringi perilaku yang baik (benar). Perilaku yang benar merupakan pengamalan terhadap nilai-nilai kebenaran melalui tindakan yang nyata. 

Selain itu, Al-Haq juga harus menjadi mental seorang Muslim untuk tidak berdusta, tidak hasud, tidak fitnah, serta senang menyampaikan kebaikan pada sesama. Dengan spirit Al-Haq, seorang Muslim hendaknya bertekad untuk selalu berperilaku yang dilandasi nilai-nilai kebaikan, bersedia menerima sanksi apabila terbukti melakukan kesalahan, dan berupaya untuk menjadi pribadi yang semakin baik dan maju.

ADMIN

BACA JUGA