YURISTGAMEINIGAMEID101

TIGA ORANG YANG DOANYA DITOLAK


Di samping adanya penyebab tidak terkabulnya doa, ada pula orang yang secara khusus ditolak doanya oleh Allah. Mereka antara lain:


1) Orang yang mengonsumsi atau menggunakan barang haram.


Allah melarang keras hamba-hamba-Nya mengonsumsi atau menggunakan barang haram. Apakah haram makanan atau minumannya, atau dalam menggunakan/memakai sesuatu yang diperoleh secara batil. 


Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. berkisah perihal seorang lelaki yang menempuh perjalanan jauh, penampilannya kusut, dan sekujur tubuhnya terkena debu. Dia menengadahkan tangannya ke langit dan berdoa, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan perutnya dipenuhi dengan barang-barang haram. Mana mungkin doanya akan dikabulkan. (Shahih Muslim, az Zakah: 1686)


2) Tergesa-gesa supaya doanya segera terkabul.


Betapa tidak etisnya apabila seorang hamba mendesak Allah, dan dengan tergesa-gesa ia meminta agar Allah segera mengabulkan doa-doanya. Padahal, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. 

Rasulullah saw. bersabda, “Akan dikabulkan doa seseorang di antara kamu, selama ia tidak minta disegerakan dan berkata: “Aku sudah berdoa namun tak kunjung dipenuhi”. Shahih Bukhari, ad Da’awat: 4865

Dalam berdoa kita harus sabar. Bukan malah berputus asa karena doanya tidak segera dikabulkan. Firman Allah SWT, “Dan janganlah kamu berputus asa dari mengharap rahmat Allah, karena sesungguhnya tiadalah yang putus asa dari mengharap rahmat Allah, kecuali orang-orang kafir”. QS. Yusuf: 87


3) Ragu-ragu atau tidak merasa yakin dengan doanya.


Keragu-raguan merupakan salah satu penyebab tertolaknya suatu doa. Sedangkan dalam berdoa, keyakinan merupakan diantara hal terpenting penyebab terkabulnya doa. Keyakinan ini sangat beralasan, karena dengan keyakinan berarti kita meyakini pula bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Berkehendak, serta Maha Mengetahui segala sesuatu yang terbaik bagi hamba-Nya.


Rasulullah bersabda, “Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan akan dikabulkan”. HR. Tirmidzi dan Ahmad dari Abu Hurairah. Lihat Sunan Tirmidzi, ad da’awat an Rasulillah: 3401. Musnad Ahmad: 6368.


Dalam Hadits Qursi, Allah berfirman, “Aku menurut prasangka hamba-Ku atas diri-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku”. HR. Muslim dan Tirmidzi dari Abu Hurairah. Lihat Shahih Muslim, adz Dzikr wad Du’awat Taubah wal Istigfar: 4849. Sunan Tirmidzi, az Zuhd an Rasulillah: 2310.


Selain itu, Dikabulkannya suatu doa karena ada sebabnya. Begitu pula sebaliknya. Inilah di antara sebab-sebab tidak dikabulkannya suatu doa seperti dijelaskan oleh seorang ulama sufi bernama Ibrahim Bin Adham Bin Manshur:


1) Mengaku mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-hak-Nya.

2) Mengaku mencintai Rasulullah saw. tetapi meninggalkan sunnahnya.
3) Membaca Al Quran tetapi tidak menjalankannya.
4) Menerima nikmat-nikmat-Nya tetapi tidak bersyukur kepada-Nya.
5) Mengatakan bahwa setan itu sebagai musuh namun tidak menentangnya.
6) Mengakui bahwa surga itu benar adanya namun tidak beramal untuknya.
7) Mengatakan bahwa neraka itu benar adanya namun tidak lari daripadanya.
8) Meyakini bahwa kematian itu akan tiba namun tidak bersiap sedia untuk menghadapinya.
9) Menceritakan kebaikan orang lain namun melupakan aib sendiri.
10) Menyaksikan kuburan (mayat yang dikubur) namun tidak mengambil pelajaran dari mereka.

ADMIN

BACA JUGA