YURISTGAMEINIGAMEID101

ALASAN HARUS BERWUDHU SEBELUM SHALAT

Alasan Harus Berwudhu sebelum Shalat

SUFINESIA.COM ~ Ikrimah berkata bahwa Ali bin Abi Thalib As berwudhu setiap kali hendak shalat. Demikian pula para khalifah yang lain. Tampaknya hal ini merupakan perbuatan mustahab saja. Namun, ada yang berpendapat bahwa pada permulaan Islam, wudhu diwajibkan setiap kali hendak shalat. Ibn Umar meriwayatkan dari Asma' binti Zaid bin al-Khaththab dari Abdullah bin Hanzhalah bin Abu Amir al-Ghasil bahwa Nabi Saw diperintahkan agar berwudhu setiap kali hendak shalat. Tetapi hal itu memberatkan beliau. Maka kewajiban berwudhu untuk setiap kali hendak shalat dihapuskan lalu beliau diperintahkan agar cukup bersiwak saja, kecuali bila berhadas. 

Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw berwudhu untuk setiap shalat. Namun, pada hari Penaklukan Makkah, beliau shalat beberapa kali dengan satu kali wudhu. Maka “Umar bin al-Khaththab bertanya, “Ya Rasulullah, engkau melakukan sesuatu yang tidak pernah engkau lakukan sebelumnya.” Rasulullah Saw menjawab, “Aku sengaja melakukannya, hai “Umar.” 

Ada yang berpendapat bahwa firman Allah dalam al-Maidah (51: 6) tentang wudhu memberitahukan bahwa wudhu diwajibkan hanya untuk shalat. Sebelumnya. Rasulullah Saw berwudhu setiap kali hendak melakukan perbuatan apa pun. Sekali waktu, seseorang memberi salam kepadanya. Beliau tidak segera menjawab salamnya. Tetapi beliau berwudhu terlebih dahulu. Setelah itu, barulah beliau menjawab salamnya. Maka turunlah ayat ini. 

Ja'far ash-Shadig As berkata, “Sejumlah orang Yahudi datang kepada Rasulullah Saw. Mereka bertanya kepada beliau tentang beberapa hal. Di antaranya, mereka berkata, 'Beritahukanlah kepada kami, wahai Muhammad, apa sebabnya wudhu disyariatkan pada anggota-anggota badan ini, karena organ-organ tersebut merupakan anggota-anggota badan yang paling bersih.” 

Rasulullah Saw bersabda, “Ketika setan menggoda Adam As, maka Adam mendekati pohon itu dan memandangnya sehingga hilanglah air mukanya. Lalu ia berdiri dan berjalan ke arah pohon itu, dan inilah langkah pertama yang diayunkan menuju perbuatan dosa. Lalu Adam mengambil buah pohon itu dengan tangannya dan memakannya sehingga hilanglah perhiasan dan pakaian dari badannya. Kemudian Adam meletakkan tangannya di atas kepalanya dan menangis. Setelah Allah menerima tobatnya, Dia mewajibkan kepadanya dan kepada keturunannya agar membasuh keempat anggota badan ini. Allah menyuruh Adam agar membasuh wajah karena telah memandang pohon itu, menyuruhnya agar membasuh kedua tangan hingga siku karena telah mengambil buah dari pohon itu, menyuruhnya mengusap kepala karena ia tclah meletakkan tangannya di atas kepalanya, dan menyuruhnya agar mengusap kedua kaki karena ta telah melangkahkannya menuju perbuatan dosa.” 

Musa al-Kazhim As, ketika ditanya tentang mengapa disyariatkan wudhu, berkata, “Wudhu disyariatkan dengan membasuh wajah dan kedua tangan serta mengusap kepala dan kedua kaki adalah karena seseorang akan berdiri di hadapan Allah Swt dengan anggota-anggota badan lahiriahnya dan bertemu dengan kedua malaikat pencatat amalan-amalannya. Oleh karena itu, ia membasuh wajah untuk bersujud dan menunduk, membasuh kedua tangan karena dengannya 1a berharap, takut, dan meninggalkan kehidupan dunia untuk beribadah kepada Allah, dan mengusap kepala dan kedua kaki karena keduanya merupakan anggota badan yang terbuka, dan dengan keduanya ia menghadap dalam segala keadaannya.”

Demikian.

Sumber: The Miracle of Shalat, Irwan Kurniawan, Marja: Bandung 2015.

ADMIN

BACA JUGA