YURISTGAMEINIGAMEID101

BERSIH-BERSIH DOSA

BERSIH-BERSIH DOSA


BERSIH-BERSIH DOSA

SUFINESIA.COM ~ Pada suatu hari, Rasulullah Saw shalat Subuh bersama para sahabatnya dengan mengimami mereka. Setelah selesai shalat, beliau duduk bersama mereka dan bercakap-cakap hingga matahari terbit. Lalu seorang demi seorang pergi meninggalkan beliau sehingga tinggallah dua orang, yang satu dari kalangan Anshar dan yang satu lagi dari Isagif. Kepada kedua orang itu, Rasulullah Saw berkata,:

“Aku tahu bahwa kalian berdua memiliki keperluan kepadaku. Karena itu, jika kalian tidak keberatan, aku akan menyebutkan keperluan kalian sebelum kalian menyampaikannya kepadaku. Atau kalian sendiri yang akan mengatakannya?” 

Kedua orang itu berkata, “Engkau saja yang memberitahukan kepada kami, wahai Rasulullah, karena apa yang engkau kemukakan lebih jelas bahkan bagi orang buta sekalipun, sangat jauh dari keraguan, dan lebih meneguhkan keimanan.” 

Rasulullah Saw bersabda, “Adapun kamu, saudaraku dari kalangan Anshar, berasal dari kaum yang lebih mementingkan diri sendiri, dan hidup menetap, sedangkan kamu, saudaraku dari Isagif, berasal dari kaum yang suka berpindah-pindah. Maukah kamu mendahulukan dia dalam menyampaikan pertanyaannya? Orang dari Anshar itu menjawab, “Boleh.” Beliau bersabda, “Kamu, saudaraku dari Isagif, datang kepadaku untuk bertanya tentang wudhu dan shalat serta pahala yang akan kamu peroleh dari keduanya. Ketahuilah, jika kamu mencelupkan tanganmu ke dalam air dan membaca: bismillahir-rahminir-rahim (dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang), maka dosa-dosa yang telah dilakukan kedua tanganmu itu akan jatuh berguguran. Jika kamu membasuh wajah, maka dosa-dosa yang dilakukan dengan pandangan kedua matamu dan ucapan mulutmu akan jatuh berguguran. Jika kamu membasuh kedua lenganmu, maka dosa-dosa yang dilakukan tangan kanan dan tangan kirimu akan jatuh berguguran. Jika kamu mengusap kepala dan kedua kakimu, maka dosa-dosa yang dilakukan dengan langkah kedua kakimu akan jatuh berguguran. Inilah yang akan kamu peroleh dengan wudhumu itu.” 

Rasulullah Saw bersabda lagi, “Ketika pertama kali seseorang menyentuh air untuk berwudhu, maka setan menjauh darinya. Ketika ia berkumur-kumur, maka Allah menerangi hatinya dan menghias lisannya dengan untaian hikmah. Ketika ia memasukkan air ke hidung, maka Allah menghindarkannya dari neraka dan memberinya harum surga. Ketika ia membasuh wajah, maka Allah memutihkan wajahnya pada hari ketika ada wajah-wajah yang memutih dan ada wajah-wajah yang menghitam. Ketika ia membasuh kedua tangannya, maka Allah menghindarkannya dari belenggu neraka. Ketika ia mengusap kepalanya, maka Allah menghapus dosa-dosanya. Ketika ia mengusap kakinya, maka Allah memudahkanya dalam melewati al-Shirdth pada hari kaki orang-orang tergelincir. Jika seorang Mukmin menggauli istrinya, maka tujuh puluh ribu malaikat akan membentangkan sayap mereka untuk menaunginya dan menurunkan rahmat kepadanya. Jika 1a mandi janabah, maka dari setiap tetes air yang digunakannya Allah menciptakan sebuah rumah untuknya di surga.”

Ali bin Abi Thalib As berkata, “Barangsiapa ingin banyak kebaikan di dalam rumahnya, hendaklah ia berwudhu ketika hendak makan.” Ja'far ash-Shadig As berkata, “Barangsiapa membiarkan rambutnya tidak terbasuh dengan sengaja ketika mandi janabah, ia masuk neraka.” 

Diriwayatkan bahwa barang siapa berwudhu lalu menyebut nama Allah, Dia akan menyucikan seluruh badannya. Satu wudhu ke wudhu berikutnya merupakan penebusan atas dosa-dosa yang dilakukan dalam rentang waktu di antara keduanya. Barangsiapa tidak menyebut nama Allah, Dia hanya akan menyucikan bagian-bagian tubuh yang tersentuh air saja. Musa al-Kazhim As berkata, “Barangsiapa berwudhu untuk menunaikan shalat Maghrib, wudhunya merupakan penebus atas dosa-dosanya pada siang hari, kecuali dosa-dosa besar. Barangsiapa berwudhu untuk menunaikan shalat shubuh, wudhunya itu merupakan penebus atas dosa-dosanya pada malam hari, kecuali dosa-dosa besar.”

Sumber: The Miracle of Shalat, Irwan Kurniawan, Marja: Bandung 2015.

ADMIN

BACA JUGA