YURISTGAMEINIGAMEID101

DUA FAEDAH UTAMA WUDHU

Dua Faedah Utama Wudhu


DUA FAEDAH UTAMA WUDHU

Shalat merupakan ritual ibadah yang paling utama. Dalam shalat, seseorang hadir dan berdialog dengan Allah Swt. Dalam keadaan ini, tidaklah pantas bila seseorang hadir di hadapan-Nya dalam keadaan berhadas. Itu karena hadas merupakan noda yang mengotori ruh dan jiwa. 

Oleh karena itu, Allah Swt mensyartatkan bersuci setiap kali kaum Mukmin hendak shalat. Dia berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan Jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau “menyentuh perempuan”, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih), sapulah muka dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur." (Os al-Maidah (51: 6)

Ayat ini artinya jika kalian hendak mendirikan shalat dan kalian tidak sedang suci dari hadas, maka kalian harus berwudhu. 

Lantas apa faedah wuduh? Suatu hal yang tidak diperdebatkan lagi, bahwa wudhu memiliki dua faedah, yaitu faedah kesehatan dan faedah moral spiritual. 

Pertama, dari aspek kesehatan, mengusap wajah lima kali sehari, atau sekurang-kurangnya tiga kali sehari— bila shalat Zhuhur dan Ashar serta shalat Maghrib dan Isya dijamak ketika ada alasan yang membolehkannya—sudah tentu mendatangkan pengaruh terhadap kebersihan diri dan kesehatan seseorang. 

Kedua, dari aspek moral spiritual. pengaruh pendidikan yang ditimbulkan dari tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam diri seseorang ketika berniat untuk berwudhu, terutama ketika kita mengetahui bahwa gerakan seseorang dalam berwudhu yang dimulai dari kepala dan diakhiri pada kaki merupakan langkah-langkah dalam ketaatan kepada Allah. 

Ali ar-Ridha As berkata, “Wudhu diperintahkan agar seorang hamba menjadi suci ketika 1a berdiri di hadapan Tuhan Yang Mahaperkasa, bermunajat kepada-Nya, menaati semua perintah-Nya, dan membersihkan dirinya dari kotoran dan najis. Selain itu, dengan berwudhu, rasa malas dan rasa kantuk hilang serta hati disucikan untuk berdiri di hadapan-Nya.”


Sumber: The Miracle of Shalat, Irwan Kurniawan, Marja: Bandung 2015.

ADMIN

BACA JUGA