YURISTGAMEINIGAMEID101

INILAH SALAH SATU CIRI ORANG BERTAKWA

Inilah Salah Satu Ciri Orang Bertakwa


INILAH SALAH SATU CIRI ORANG BERTAKWA

Salah satu ciri orang yang bertakwa adalah shalat. Allah  Swt berfirman:
“... petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat ...” (Os al-Bagarah (2: 2-3). 
Menurut Mir Sayyid Ali al-Ha'iri ath-Thihrani (w. 1340 H), dalam tatsirnya Mugtanryyat ad-Durar, shalat asalnya berarti mengangkat shala dari rukuk dan sujud. Shala artinya tulang punggung. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa kata “shalat” yang digunakan dalam Alquran memiliki beberapa makna, di antaranya:

1. Doa, seperti dalam firman Allah Swt: wa shalli 'alaihim (dan mendoakan untuk mereka) (Os at-Taubah (9: 103). 

2. Pujian, seperti dalam firman-Nya: innalldhawa mald'ikatuhu yushallana 'alan-nabt (sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya menyampaikan pujian kepada Nabi) (Os al-Ahzab (33: 56).

3. Bacaan, seperti dalam firman-Nya: wa la tajhar bi shalitika (dan janganlah kamu mengeraskan bacaanmu) (Qs. al-Isra (17: 110). 

4. Rahmat, seperti dalam firman-Nya: uld'ika 'alaihim shalawatun min rabbihim (mereka itulah yang mendapatkan rahmat dari Tuhan mereka) (Os al-Bagarah (2: 157). 

5. Shalat yang disyariatkan dan dikhususkan dengan gerakan-gerakan dan zikir. 

Jadi, shalat dinamai demikian karena dalam shalat, ketika berdiri terdapat bacaan (gira'ah), ketika duduk terdapat pujian, dan ketika berdoa bagi pelakunya terdapat limpahan rahmat. 

Mendirikan shalat yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah melanggengkan pelaksanaan lima shalat fardhu secara terus-menerus yang meliputi berdiri, rukuk, sujud dan tasbih serta memelihara aturan-aturan lahiriahnya yang terdiri dari gerakan-gerakan yang termasuk kategori fardhu atau pun sunnah, dan menjaga hak-hak batiniahnya yakni kehadiran hati dan konsentrasi penuh. 

Ibrahim an-Nakha'i berkata, “Jika kamu melihat seseorang (yang sedang shalat dengan rukuk dan sujud secara serampangan (tidak melakukannya dengan thuma'ninah), maka hendaklah kamu merasa kasihan kepada keluarganya.” Maksudnya, karena mereka akan ditimpa kehidupan yang sempit. Dalam shalat, hendaklah diperhatikan adab-adabnya sehingga kita tidak menjadi seperti pedagang yang membeli sutra yang dikemas dalam peti tanpa memeriksanya terlebih dahulu lalu membawanya ke pasar. Ia membayangkan keuntungan besar yang akan diperolehnya. Sesampai di pasar, ia membuka peti itu dan mengeluarkan isinya di hadapan para pedagang yang lain. Ternyata, peti itu hanya berisi kain wol yang sudah usang. Akibatnya, ia menjadi bahan tertawaan para pedagang yang lain dan tertunduk malu. Kita pun bisa mengalami hal seperti itu pada hari ketika segala rahasia ditampakkan. 

Allah Swt berfirman, "Katakanlah, “Maukah Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." (Os al-Kahfi 18i: 103-104)

Jadi, salah satu ciri penting seorang yang bertakwa adalah dia mendirikan shalat dengan benar!

Sumber: The Miracle of Shalat, Irwan Kurniawan, Marja: Bandung 2015.

ADMIN

BACA JUGA