YURISTGAMEINIGAMEID101

KEUTAMAAN AZAN

KEUTAMAAN AZAN
KEUTAMAAN AZAN

Setiap ritual ibadah dalam Islam memiliki keutamaan, termasuk di antaranya azan. Berikut ini beberapa pernyataan tentang keutamaan azan dari Rasulullah Saw dan para ulama:

1. Rasulullah Saw bersabda, “Muazin dikumpulkan di akhirat bersama para nabi, shiddigin, dan orang-orang saleh.” Beliau juga bersabda, “Barangsiapa melantunkan azan karena mengharap ridha Allah Azza wa Jalla, maka, Allah akan memberinya pahala yang setara dengan pahala empat puluh ribu orang yang mati syahid dan empat puluh ribu shiddig, dan dengan syafaatnya dimasukkan empat puluh ribu pendosa dari umatku ke dalam surga. 

Ketahuilah, jika muazim membaca asyhadu alla ilaha illallah, maka tujuh puluh ribu malaikat berselawat kepadanya dan memohonkan ampunan baginya. Selain itu, pada hari kiamat ia berada di bawah naungan Arsy hingga penghisaban kepada seluruh makhluk selesai dilakukan, dan pahala bacaannya: asyhadu anna muhammadan rasilullah dicatat oleh empat puluh ribu malaikat.” 

2. Muhammad al-Bagir As berkata, “Barangsiapa menjadi muazin selama sepuluh tahun karena mengharap ridha Allah, maka Dia akan memberikan ampunan baginya sepanjang pandangan matanya dan sepanjang lantunan suaranya di langit, dan dibenarkan oleh setiap yang basah dan kering yang mendengarnya. Ia mendapatkan bagian pahala dari setiap orang yang shalat di masjidnya, dan ia juga memperoleh pahala dari setiap orang yang shalat karena mendengar suaranya yang merdu.” 

3. Ja'far ash-Shadig As berkata, “Barangsiapa mendengar muazin membaca: asyhadu alla ildha illallah (aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah) dan asyhadu anna muhammadan rasalullah (aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah), lalu ia mengucapkan: asyhadu alla ildha illallah dan asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasiluh (aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya) dengan membenarkan dan mengharap ridha Allah, Allah akan mencukupi keperluannya sehingga ia tidak butuh kepada orang yang menolak dan mengingkari dan juga kepada orang yang mengakui dan bersaksi. Ia akan memperoleh pahala sejumlah orang yang menolak dan mengingkari dan sejumlah orang yang mengakui dan bersaksi.” 

“Barang siapa mendengar azan shubuh lalu membaca: Ya Allah, dengan kedatangan siang- Mu dan berlalu malam-Mu serta kehadiran shalat-Mu dan suara para penyeru-Mu, aku memohon pada-Mu agar Engkau berkenan menerima tobatku, karena sesungguhnya Engkau adalah Maha Penerima tobat dan Maha Penyayang, dan membaca doa yang sama setelah mendengar azan maghrib, lalu meninggal pada hari atau malam itu, ia dicatat sebagai orang yang bertobat.” 

4. Hisyam bin Ibrahim menyampaikan keluhan kepada Ali ar-Ridha As karena sakit yang dideritanya dan karena tidak dikaruniai anak. Lalu ia disuruh agar membaca azan dengan suara keras di dalam rumahnya. Kemudian Hisyam bin Ibrahim berkata, “Saya mempraktikkannya hingga sakit yang selama ini saya derita benar-benar hilang dan saya pun dikaruniai banyak anak.”

Sumber: The Miracle of Shalat, Irwan Kurniawan, Marja: Bandung 2015.

ADMIN

BACA JUGA