YURISTGAMEINIGAMEID101

PANGGILAN PALING INDAH

PANGGILAN PALING INDAH


PANGGILAN PALING INDAH

Setiap umat—sepanjang zaman—memiliki simbol khusus yang digunakan untuk memanggil jamaahnya. Dengannya, mereka diajak untuk menjalankan kewajiban-kewajiban mereka, baik kewajiban individual maupun kewajiban sosial. Hal ini dapat kita saksikan dengan lebih jelas pada zaman sekarang. 

Orang-orang Kristen memanggil jamaah mereka untuk menghadiri kebaktian di gereja dengan membunyikan lonceng. Ini merupakan cara dan simbol mereka, baik dulu maupun sekarang. 

Islam memiliki azan sebagai simbol untuk memanggil kaum Muslim. Azan merupakan simbol Islam yang agung. Simbol ini dipandang lebih berkesan dan menyentuh jiwa daripada simbol-simbol agama lain. Kenapa? Karena azan berasal dari suara manusia. Bahkan, ada orang-orang non-muslim yang merasa senang mendengar lantunan azan.

Penulis tafsir Al-Mandr berkata, “Saya mendengar dari seorang Kristen moderat di negara kami—yakni Libanon—ucapan-ucapan pujian terhadap azan dan pendapat-pendapat yang mengatakan bahwa azan lebih baik daripada bunyi lonceng. Sekelompok orang Kristen dari Iripoli yang berlibur musim panas di kampung kami, al-Oalamun, yang terdiri dari kaum perempuan, kaum laki-laki dan anak-anak, berdiri di balik jendela ketika terdengar kumandang azan untuk mendengarkan suara azan. Sebagian anak-anak mereka mendengarkan dan bahkan menghapal bacaan azan dan berusaha meniru suara muazin dengan sebaik-baiknya. 

Oleh karena itu, ibu mereka memarahi dan melarang mereka. Tetapi ayah mereka justru tertawa dan merasa senang dengan lapang dada melihat kelucuan anak-anak mereka dalam melantunkan azan.

Ini menunjukkan bahwa mereka mengakui pengaruh spiritual dari seruan yang agung ini bagi siapa saja yang mendengarnya. Adakah syiar yang lebih dekat pada rasa dan lebih akrab dengan pendengaran daripada azan kaum Muslim? 

Azan dimulai dengan menyebut nama Allah, bersaksi terhadap keesaan-Nya dan pada kenabian rasul-Nya, serta mengajak kita untuk mengerjakan amal saleh dan meraih kemenangan. Sebagaimana diawali dengan menyebut nama Allah, azan juga diakhiri dengan menyebut nama-Nya dalam kalimat-kalimat yang seimbang dan berirama dengan ungkapan yang singkat tetapi jelas dan sarat makna. 

Oleh karena itu, banyak hadis menegaskan pentingnya mengumandangkan azan. Suara azan yang keluar dari mulut sang muazin dan dikumandangkan melalui pengeras suara ibarat seruan kebebasan dan keindahan yang memberikan kemerdekaan dan kemuliaan pada kehidupan ruhani. Azan merupakan panggilan paling indah...

Sumber: The Miracle of Shalat, Irwan Kurniawan, Marja: Bandung 2015.

ADMIN

BACA JUGA