YURISTGAMEINIGAMEID101

RAHASIA AZAN DAN TIGA SUMBER SEJARAHNYA

RAHASIA AZAN DAN TIGA SUMBER SEJARAHNYA



Azan menggentarkan musuh-musuh yang dengki dan dipandang sebagai simbol keabadian Islam. Dalam The Miracle of Shalat, Irwan Kurniawan menceritakan pengakuan salah seorang tokoh politik dari Inggris yang berbicara di depan sekelompok orang Kristen. Ia berkata:
“Selama nama Muhammad—Saw— dikumandangkan dalam azan, selama Kabah masih berdiri, selama Alquran masih menjadi pedoman bagi kaum Muslim, tidak mungkin menanamkan pengaruh-pengaruh politik Inggris di negeri-negeri Islam.” 
Namun, keadaan sebagian kaum Muslim kini justru sebaliknya dan memprihatinkan. Mereka tidak tergugah dan tidak terkesan dengan syiar Islam yang agung ini, yang merupakan tonggak keluhuran dan peradaban. Mereka tidak menghiraukan ketika seruan ini dikumandangkan dan tetap asyik dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bernilai. 

Kita memohon kepada Allah agar memberikan hidayah kepada kita sehingga kita dapat terkesan dan memberikan perhatian pada seruan untuk meraih kemenangan ini. Sudah sewajarnya bila azan—karena keindahan dan keagungannya—perlu dikumandangkan dengan suara yang enak didengar agar kandungannya yang bernilai dan menyentuh. 

Lantas, dari manakah asal usul bacaan azan tersebut?

Paling tidak ada, tiga sumber riwayat, pertama berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya:

"Suatu waktu ketika kaum muslimin tiba di Madinah, mereka berkumpul sembari menunggu waktu salat. Namun tidak seorang pun di antara mereka yang bisa memberitahukan bahwa waktu salat telah masuk. Sehingga pada suatu hari mereka bermusyarawah untuk membahas persoalan tersebut. Sebagian sahabat mengusulkan agar menggunakan lonceng sebagaimana yang digunakan oleh orang-orang Nasrani. Sebagian yang lain dengan tanduk sebagaimana digunakan oleh orang-orang Yahudi dalam upacara keagamaan mereka. Namun sahabat Umar bin Khaththab berkata “Alangkah baiknya kalian menjadikan seseorang yang bertugas untuk memanggil orang-orang salat”. Kemudian Rasulullah Saw. menyetujui usulan Umar dan berkata, “Wahai Bilal, berdirilah serta panggillah manusia untuk mendirikan shalat!”

Sumber yang kedua dari hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud sebagai berikut: 

"Abdullah bin Zaid berkata: “Nabi saw. berkeinginan untuk mencari cara dalam memberitahukan waktu salat (azan), namun beliau belum juga menemukannya”. Abdullah bin Zaid telah bermimpi mengenai kalimat-kalimat azan dalam tidurnya. Lalu dia mendatangi Nabi saw. untuk memberitahukan hal tersebut, kemudian Nabi saw. pun berkata “Ajarkanlah kata-kata itu kepada Bilal!”

Sumber yang ketiga adalah riwayat yang disampaikan oleh Ja'far ash-Shadig As—dari para leluhurnya—dari Imam Ali As berkata:

“Ketika Jibril As datang kepada Rasulullah Saw membaca bacaan azan, beliau sedang tidur dan kepalanya berada di atas pangkuan Ali As. Jibril As membacakan azan dan iqamat. Ketika bangun, Rasulullah Saw bertanya, "Hai Ali, apakah kamu mendengarnya? Ali As menjawab, “Benar, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya, Apakah kamu menghapalnya? Ali As menjawab, Ya. Beliau bersabda, “Panggillah Bilal, lalu ajarkanlah kepadanya! “Ali segera memanggil Bilal dan mengajarkan azan kepadanya.”

Sumber manakah yang paling benar? Wallahul a'lam bis sawab

ADMIN

BACA JUGA