YURISTGAMEINIGAMEID101

DUNIA YANG HILANG - ABDUL HADI W.M.

Dunia yang Hilang
oleh Abdul Hadi W.M.


Dunia yang Hilang - Abdul Hadi W.M.

Kaubawa semuanya. Kauangkut semuanya. Kauinginkan semuanya. Kaunikmati semuanya.  Kautolak semuanya. Kaulah yang menyebabkan semuanya. Kaulah yang mengakibatkan semuanya. Tidak ada akibat. Tidak semuanya. Ada yang semuanya. Dalam pikiranmu. Kau tidak berpikir begitu. Kau yang berpikir begitu. Semuanya kaupikir tidak begitu. Semuanya kaupikir begitu. Tapi tidak kubawa semuanya. Tapi kau mengatakan akan membawa semuanya. Siapa? Kalau bukan 'kau siapa? Kalau bukan aku siapa? Semuanya kau. Semuanya kau. Tidak semuanya aku. Kalau tidak semuanya kau lantas aku. Mungkin semuanya kau. Mungkin semuanya bukan aku. Kau tidak berpikir begitu sebelumnya. Kau yang berpikir begitu sekarang. Kau tidak berpikir begitu sebelumnya. Kau tidak mau berpikir segitu sekarang. Sebab bukan sebelumnya. Sedang kau mau sekarang. Semuanya sebelumnya. Tidak semuanya sebelumnya. Sebelumnya kaubawa semua. nya. Sebelumnya kauangkut semuanya. Kau tidak mau sesudahnya? Kau tidak berpikir begitu sebelumnya.

Lalu siapa yang menyeret kau ke mari? Lalu mengapa kau menyeret aku ke mari? Bukan aku. Lantas siapa? Mengapa kau berpikir begitu. Semuanya karena kau. Karena aku? Bukan karena aku. Karena kau. Bukan karena aku. Sebagian saja. Semuanya. Sebagian saja. 

Mengapa tidak semuanya? Karena kau mau sebagian saja. Karena kau tidak mau semuanya.

Karena kau mau. Karena kau mau. Mau tidak mau. Aku tidak berpikir begitu sebelumnya. Tapi karena kau bukan. maka aku berpikir sebelumnya? Bukan karena sebelumnya. Jadi sesudahnya? Tidak ada sesudahnya. Sebelumnya kau sudah -berpikir begitu. Sebelumnya aku tidak berpikir begitu. Maka kau mengatakan begitu. Karena kau yang mengatakan begitu. 

Cukup. Belum cukup. Kau mau minta apa lagi. Aku mau kau berpikir begitu Tentang yang hilang. Akan didapatkan. Tidak akan didapatkan lagi. Jadi kita harus kembali. Kita harus terus. Tidak ada jalan Jain Sudah seyogyanya ada jalan lain. Lebih sulit lagi. Kau selalu berpikir begitu. Sebab kau terus mengatakan begitu. Tidak ada jalan lain? Semua dalam pikiranmu. Kau tidak mau memikirkannya? Tidak semuanya. Sebagian saja? Sebagian untuk semua saya. Jadi harus mencari jalan Jain? Lebih sulit lagi. Hanya dalam pikiranmu begitu. Hanya dalam perkiraanmu begitu. 

Tidak. Ya Aku bilang tidak. Aku tidak bilang tidak. Yang kaupikirkan bukan bagaimana sampai. Yang kaupikirkan bagaimana selesai. Kau yang melibatkan aku dalam persoalan itu. Tidak semuanya aku yang melibatkan kau dalam persoalan itu. Seandainya. Bukan seandainya. Aku belum selesai. Kau sudah selesai. Sebelumnya. Sesudahnya. Seandainya bukan sesudahnya? Seandainya bukan sebelumnya? Lalu di antara sebelumnya dan sesudahnya. Lalu bukan di antara sebelumnya dan sesudahnya. Lalu di luar sebelumnya dan sesudahnya? Langit. Komet. Kota. Kota. Sungai. Parit. Pencakar. Jam Kau di antaranya. Kau di antaranya. 

Nah. Kau mendengar apa? Aku tidak mendengar apa-apa. Kau melihat sesuatu? Sesuatu yang sama dengan yang tak kulihat. Sesuatu yang tidak sama dengan pikiranmu. Sesuatu yang mirip kau. Sesuatu yang tidak sama denganku. Kau harus pergi lagi. Kita harus kembali. Tidak ada jalan lagi. Dalam pikiranmu Segitu. 

Nah, memang ada sesuatu. Dalam pikiranmu. Mengapa segalanya dalam pikiranku? Kau tahu mengapa segalanya dalam pikiranmu? Dalam pikiranku semuanya terbatas. Kalau kau mau. Jangan bilang begitu. Karena kau yang membawa aku. Kau yang membawa aku. Kaubawa aku kemari. Kau yang membawa aku ke. mar. Karena kau mau? Sebelumnya aku tidak mau. Lantas? Bukan itu. Tapi? Tidak berakhir dalam tapi. Tapi kalau kau mau. 

Karena kau tahu semuanya. Semuanya karena kau tahu. Karena semuanya kau tahu. Kau tahu bukan karena semuanya. Semuanya karena kau. Semuanya targantung kau. Justru itu. Semuanya harus begitu. Tidak semuanya tapi mungkin sebagian saja. Semuanya sebab kau. Tidak mungkin: sebab aku. Semuanya demi kau. Sesudahnya bukan demi aku. Justru itu. Justru itu semuanya karena kau. Justru itu. kau berpikir begitu. Mungkin tidak justru itu. Karena itu? Untuk apa semuanya padaku. Karena kau mau semuanya untukmu. Siapa bilang aku begitu. Kau yang bilang kau begitu. Jangan berpikir begitu. Kita sudah sampai. Seandainya.

Akan berakhir? Semuanya hilang begitu saja, Dalam pikiranmu? Dalam tanganku. Kau gemetaran Kau juga gemetaran. Sebab kau. Bukan karena aku. Semestinya kau tidak gemetaran. Menghadapi ini semua? Ini belum semuanya. Kau tahu ini bukan semuanya. Kau gemetaran? Dalam penglihatanmu. Nampaknya begitu.

Tidak, sebenarnya memang begitu. Tidak, sebenarnya bukan begitu. Sebab kau tahu sebelumnya. Sebab kau tidak tahu sebelumnya. 

Tidak ada jalan lain. Ke kanan. Tidak ada jalan lain. Ke kiri. Tidak ada jalan lain. Pulang. Alangkah gampang kalau begitu. Tidak semuanya gampang. Katakanlah begitu Kau jangan berpikir begitu. Tapi semuanya karena kau. Tidak semuanya tergantung aku. Semuanya karena kau. Semuanya tergantung kau justru. Kau yang harus menanggung semuanya. Mungkin sebab kau berpikir begitu. Sebelumnya kau tidak mungkin tidak berpikir begitu. 

Perjalanan ini maksudmu? Kita tidak berjalan. Kita diam saja? Kita tidak bergerak ke mana-mana. Berputar? Merangkak. Aku tidak mau merangkak. Jangan begitu. Tidak seharusnya. Jadi kau mau. apa. Sebelumnya aku sudah bilang. Sesudahnya kau baru bilang. Yang pertama kau. Dan kau bukan yang terakhir. Di antaranya. Bukan di antaranya. Di luarnya kalau begitu. Di dalamnya. Yang menyenangkan kau? Yang menyenangkan kau. Kapan aku bilang begitu. Kapan kau mau bilang bukan begitu. Kau yang tahu. Kau yang sebenarnya tahu. Mengapa aku meraba tanganmu? Mengapa aku menciumimu? Mengapa kau berbuat begitu? Semuanya maksudmu. Semuanya yang melahirkan semuanya ini. Semuanya tidak menyebabkan semuanya ini. 

Baik. Kau selalu berpikir begitu. Aku tidak tergantung kau. Tapi kau yang membawa aku kemari. Ada orang lain. Tidak ada orang lain. Ada yang lain. Tidak ada yang lain. Bukan hanya ada yang lain. Tidak ada yang lain. Bukan hanya sekarang kau berpikir tidak ada yang lain. Justru sekarang aku berpikir tidak ada yang lain. Lantas apa? Kau tahu apa. karena kau berpikir ada yang lain. Karena aku berpikir tidak ada yang lain. Karena kau berpikir ada. Karena aku berpikir tidak ada. 

Karena kau berpikir Karena aku tidak berpikir, Karena kau. Karena aku tidak. Kau. Tidak. Kau. Tidak. Kau. Tidak. Kau. Tidak. Kau. 

Kaubawa semuanya. Kauangkut semuanya. Kauinginkan semuanya. Kaunikmati semuanya. Kautolak semuanya. Tapi kaulah yang menyebabkan semuanya. Kaulah yang mengakibatkan semuanya. Sejak lama. Sejak sekarang. Karena kau. Karena. kau. Kau. Kau. Kau. Kau. Kau, Kau. Kau... 

Bandang, 1974

ADMIN

BACA JUGA