YURISTGAMEINIGAMEID101

MENCINTAI PARA PEMINTA BELAS KASIH

Mencintai Para Peminta Belas Kasih



Generasi salafussalih selalu menampakkan wajah yang berseri-seri ketika seorang peminta-minta datang kepadanya. Mereka tidak membentaknya, bahkan sebaliknya beranggapan bahwa ia tidak akan meminta sesuatu kecuali karena adanya keperluan yang harus dipenuhi. 

Isa As. berkata: “Barangsiapa menolak peminta-minta, maka malaikat tidak akan menoleh rumahnya selama tujuh hari." 

Dalam hadis disebutkan: "Kalau sebagian orang miskin tidak berbohong maka tidak akan gembira orang yang menolak kehadirannya." 

Al-Hasan al-Basri berkata: "Allah telah memberikan anugerah kepada hamba berupa kenikmatan, lalu Ia melihat apa yang akan dilakukannya dengan nikmat itu terhadap hamba lainnya. Jika ia tidak memenuhĂ­ apa yang mereka inginkan maka Allah akan membelokkan nikmat itu." 

Oleh karena itu, generasi salaf senang dan selalu menekankan kepada para sahabatnya bahwa mereka tidak akan menolak apa yang mereka minta.


Abdullah bin al-Mubarak berkata: "Orang pertama yang mereka berikan adalah Habib al-Ajami. Suatu hari, dia ingin makan ikan, ketika ikan itu dibawa ke rumahnya, ia menaruhnya dalam periuk. Setelah itu, seorang peminta-minta datang dan ia menolaknya. Dengan izin Allah, ikan itu berubah menjadi darah.

Dari peristiwa tersebut ia mengambil sebuah I'tibar. Lalu dia mengeluarkan seluruh hartanya untuk bersedekah. 

Sufyan al-Tsauri beruasaha berlapang dada jika ia melihat seorang peminta-minta di depan pintunya. Ia berkata: "Selamat datang wahai pembersih dosa-dosaku." 

Al-Fadil bin Iyad berkata: "Sebaik-baik peminta adalah mereka yang membawakan bekal kita menuju akhirat tanpa meminta upah, lalu ia meletakkannya di atas timbangan Allah." 

Jika seorang peminta-minta mendatangi Ibrahim bin Adham dan keluarganya, ia berkata kepada keluarganya: "Telah datang utusan dari kuburan, apakah kalian akan mengirimkan untuk orang-orang mati kalian sedikit sedekah?" 

Anas bin Malik berkata: "Seorang pengemis datang ke masjid pada masa Bani Israil, namun tak seorangpun memperhatikannya. Kemudian pengemis itu mati, mereka mempersiapkan penguburan, mensalatkan dan menguburkannya. Ketika mereka kembali ke masjid, mereka menemukan kain kafan diletakkan di dalam mihrab. Kain itu bertuliskan "Kain kafan ini ditolak dari kalian dan Tuhan murka kepada kalian." 

Muadz bin Jabal berkata: "Allah murka atas bumi yang di atasnya terdapat pememinta-minta di dalam masjid, karena mereka meminta kepada manusia bukan kepada Allah. Mereka menyebabkan murka Allah tertimpa kepada orang-orang itu sebab mereka tidak memberinya." 

Al-Hasan al-Basri pernah ditanya: "Orang-orang fakir dan miskin semakin banyak dan mereka meminta-minta, lalu siapakah yang akan memberi?" Dia menjawab: "Berilah ia belas kasih yang terdapat di dalam hati kalian." 

Abu al-Aswad al-Duali berkata: "Jika kami memberikan peminta-minta dari harta kami, maka itu berarti kami lebih buruk dari mereka." 

Menurut pendapat saya, seharusnya seorang yang bersedekah menyisakan untuk diri dan keluarganya, dan bersedekah dari kelebihan yang ia butuhkan. Suatu hari Salim bin Abdullah bin Umar memasuki Baitul Haram dan melihat Hisyam bin Abdul Mulk. Ia berkata kepadanya: "Mintalah kepadaku apa yang menjadi kebutuhanmu, Salim." Dia mejawab: "Wahai amirulmukminin, aku malu meminta di rumah Allah kepada selain Allah." 

Jika seorang peminta-minta mendatangi Al-Hasan al-Basri, ia memberinya dan berkata: "Ya Allah, orang ini meminta kami makanan dan kami meminta ampunan dari-Mu, dan Engkau lebih bermurah hati daripada kami dalam bersedekah." 

Seorang peminta-minta mendatangi Ma'ruf al-Kurkhi, tetapi ia tidak menemukan apapun untuk ia berikan selain sandalnya. Ia pun memberikan sandal itu kepadanya. Setelah itu, ia mendengar bahwa orang tadi menjual sandal itu dan membeli buah-buahan, lalu Ma'ruf berkata: "Alhamdulillah, mungkin dia menyukai buah, harga keduanya sama saja." Perawi berkata: "Salim bin Abdullah bin Umar melihat laki-laki meminta pada hari Arafah, dia murka pada laki-laki itu dan berkata: "Apakah kamu tidak malu kepada Allah meminta kepada selain Dia di tempat seperti ini dan di hari seperti ini?" 

Wahai saudaraku ketahuilah hal ini, periksalah dirimu. Apa yang telah kau berikan kepada orang-orang fakir di masa yang telah lalu. Janganlah engkau mengungkit-ungkitnya karena pahalamu akan hilang. Janganlah engkau membentak orang miskin, karena sesungguhnya kata-kata kotor yang engkau ucapkan lebih menyakitkan daripada yang engkau berikan.

_Sumber: Lentera Kehidupan : Kunci Meraih Hidup Bahagia Dunia dan Akhirat. oleh Abdul,Wahhab, Al - Sya'rani. Terbitan: Hijrah, 2005. 

ADMIN

BACA JUGA