YURISTGAMEINIGAMEID101

ALI BIN ABI THALIB MELAWAN RAMALAN

ALI BIN ABI THALIB MELAWAN RAMALAN



Ketika Amirul Mukminin Ali r.a. hendak berangkat bersama tentaranya ke Nahrawan, datang seorang ahli nujum dan berkata kepada beliau:

"Wahai Amirul Mukminin, aku mempunyai satu permintaan kepada Tuan", 
"Apa itu?", tanya Imam Ali.
"Jangan berangkat hingga lewat jam tiga siang", kata ahli nujum itu. 
"Mengapa begitu?", tanya Amirul Mukminin heran. 
"Karena jika Tuan berangkat sekarang, Tuan dan tentara-tentara Tuan akan ditimpa penyakit dan bahaya besar. Jika Tuan berangkat menurut waktu yang aku tentukan itu, Tuan akan beruntung, menang dan mencapai apa yang Tuan harapkan", 
"Kudaku ini sedang mengandung, tahukah kamu, jantan atau betinakah anaknya?" 
"Jika mengira-ira saja, aku tahu".
"Orang yang membenarkan perkataanmu berarti telah mendustakan Al-Our'an. Hanya Allah-lah yang tahu tentang waktu. Dialah yang menurunkan hujan, mengetahui apa yang ada dalam kandungan. Tak seorang pun yang tahu dengan pasti apa yang akan dikerjakan besok, dan tak seorang pun tahu di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Surat Lugman ayat 34). Rasulullah s.a.w. sendiri tidak pernah berbuat seperti engkau. Engkau kira engkaulah yang mengusir keburukan atau menakut-nakuti waktu agar tidak menimbulkan bahaya? Siapa yang membenarkanmu dan tidak membutuhkan pertolongan Allah untuk mencapai dan mencegah sesuatu, berarti ia telah mendustakan Al-Our'an. Dengan perkataanmu itu engkau mengharapkan pujian orang lain yang semestinya diberikan kepada Tuhannya, karena seolah-olah engkau telah menunjukinya saat yang menguntungkan dan jauh dari bahaya". 

Kemudian Amirul Mukminin menghadap kepada orang banyak seraya berseru:
"Hai manusia. Janganlah mempelajari ilmu nujum kecuali apa yang memang ditunjuki Allah di darat dan laut, karena ilmu nujum menimbulkan pertenungan. Tukang nujum seperti tukang tenung, tukang tenung seperti tukang sihir, tukang sihir seperti orang kafir, dan orang kafir masuk neraka. Berangkatlah atas nama Allah!" 

Lalu beliau menengadah ke langit sambil berseru "Ya Allah, tiada kuasa kecuali kuasa-Mu, tiada bahaya kecuali bahaya-Mu, tiada kebaikan kecuali kebaikan-Mu dan tiada Tuhan kecuali Engkau".

Beliau menoleh kepada si tukang nujum dan berkata:
"Kami akan melakukan yang berlawanan dengan pendapatmu, kami akan berangkat pada saat yang engkau larang ini". 

Kemudian beliau memerintahkan bala tentaranya bergerak menuju medan. Ternyata beliau dan tentaranya memperoleh kemenangan.

ADMIN

BACA JUGA