YURISTGAMEINIGAMEID101

KETIKA RAJA MEMBUJUK SANG ARIF

KETIKA RAJA MEMBUJUK SANG ARIF



Ketika raja Nasiruddin Syah -Syah Iran- berkunjung ke Khurasan, semua rakyat di setiap kota yang dilalui raja keluar dari rumah, menyambutnya dan memberikan penghormatan kepadanya. 

Ketika memasuki kota Sabzawar, semua penduduk datang menyambut raja kecuali seorang terkenal, filosuf Mallahadi Sabzawari. 

Nasiruddin ingin sekali berjumpa dan berbincang-bincang dengan Mallahadi dalam perjalanan ini, tetapi raja tidak melihatnya di antara para penyambut. Karena itu raja ingin pergi menjumpainya. 

Orang-orang di sekitarnya berkata:
"Filsuf itu tidak mau berjumpa dengan raja atau menteri." 
Raja menukas "Tapi raja ingin berjumpa dengannya. Maka diberitahukanlah hal itu kepada Mallahadi,"

sedangkan Nasiruddin menentukan tempat pertemuan, Raja berangkat bersama salah seorang pembantunya. Ketika bertemu, tahulah raja bahwa orang arif itu tinggal di sebuah rumah yang sangat sederhana, dengan perabotan yang sederhana pula. 

Nasiruddin berkata "Setiap nikmat harus disyukuri. Mensyukuri nikmat ilmu dengan mengajar dan mendidik. Mensyukuri nikmat harta dengan membantu orang-orang tak punya. Mensyukuri kedudukan dan pangkat dengan memenuhi kebutuhan orang-orang yang membutuhkan. Karena itu, mintalah kepadaku apa yang kau kehendaki, akan kupenuhi".
"Aku tidak punya kebutuhan, aku tak ingin apa apa", kata Mallahadi kepada raja. 
"Aku dengar kau punya tanah pertanian. Beritahukanlah kepadaku agar aku membebaskannya dari pajak", 
"Pajak yang wajib atas kota Sabzawar ini terbatas, tidak mungkin dikurangi. Jika Anda membebaskan pajak tanah saya untuk dibayar oleh tanah-tanah milik anak-anak yatim dan janda-janda, ini meningkatkan pengeluaran negara dan Anda harus mengamankan semua itu. Padahal kami membayar pajak dengan jiwa bersih, penuh kesiapan dan kesenangan". 
"Siang ini aku ingin makan bersamamu. Makanannya, apa yang engkau makan setiap hari. Aku harap engkau menyiapkannya". 

Setelah hidangan siap, terdiri atas beberapa kerat roti, beberapa gelas susu dan sedikit garam, Mallahadi mempersilakan:
"Silakan, ini makanan halal karena hasil jerih payahku. Akulah yang menanamnya". 

Ketika raja mencicipi makanan, dirasakannya getir karena tak biasa dengan makanan itu. Raja enggan menikmati makanan kecuali mengambil roti sedikit sebagai pemberkatan dan penghargaan. 

Setelah itu mohon diri, dan semua orang bingung dan heran.

ADMIN

BACA JUGA