YURISTGAMEINIGAMEID101

MENOLAK PERLINDUNGAN MANUSIA

MENOLAK PERLINDUNGAN MANUSIA


Ibnu Ishag meriwayatkan bahwa Utsman bin Madh'un masuk Islam setelah 13 laki-laki mendahuluinya. Dia dan anaknya ikut hijrah ke Habasyah bersama kaum Muslimin lainnya. Ketika mereka telah berada di Habasyah terdengar berita bahwa seorang Uuraisy telah masuk Islam pula. Maka mereka pun kembali. Hampir mendekati kota Makkah mereka tahu bahwa berita itu tidak benar. 

Namun mereka enggan kembali ke Habasyah, tapi takut memasuki Makkah. Kemudian Utsman bin Madh'un meminta perlindungan kepada Walid bin Mughirah. Namun menyadari betapa siksaan yang diderita oleh Rasulullah dan sahabat-sahabatnya, sementara kini dia bersenang-senang dan istirahat dengan aman di bawah perlindungan Walid, dia berkata kepada dirinya: 

"Aku bersenang-senang dan istirahat dengan aman di bawah perlindungan seorang musyrik, sedangkan sahabat-sahabatku dan keluargaku menderita penyiksaan di jalan Allah, sungguh ini suatu kekeliruan besar yang telah aku lakukan." 

Kemudian dia menjumpai Walid bin Mughirah seraya berkata: 
"Wahai Abu Abdu Syams, engkau telah memenuhi tanggung jawabmu, aku berada dalam perlindunganmu dengan aman. Kini aku ingin pergi kepada Rasulullah, kerena pada beliau dan sahabat-sahabatnya terdapat teladan". 
"Mungkin engkau ingin disiksa," tanya Walid. 
"Tidak. Aku mengharapkan perlindungan dari Allah, bukan kepada selain Dia," jawab Utsman tegas,
"Pergilah ke masjid, dan kembalikan perlindunganku secara terang-terangan sebagaimana aku memberikannya kepadamu secara terang-terangan," kata Walid bin Mughirah.

Maka berangkatlah mereka berdua ke masjid. Walid berkata kepada orang-orang yang ada di masjid: 
"Ini dia Utsman ibn Madh'un, datang hendak melepaskan perlindunganku kepadanya". "Benar. Dia telah memenuhi janjinya, memberikan perlindungan kepadaku. Kini aku tidak akan mencari perlindungan kepada selain Allah. Aku ingin mengembalikan perlindungannya", kata Utsman kemudian. 

Setelah itu Utsman duduk bersama orang-orang Ouraisy yang menghadiri majlis di masjid itu. Di antara yang hadir terdapat penyair terkenal Labid ibn Abi Rabi'ah, dia berkata: 

"Ketahuilah bahwa segala sesuatu selain Allah adalah batil". 
Mendengar ungkapan itu Utsman berkomentar: "Engkau benar",
Ketika Labid menyatakan: "Setiap kenikmatan pasti hilang". 
Utsman menimpali: "Tidak benar".

Semua hadirin menoleh kepadanya, dan menyuruh Labid mengulangi pernyataannya. Labid pun mengulangi, dan kembali Utsman membenarkan kalau tidak membenarkan. 

Dan ketika dia tidak membenarkan bahwa semua kenikmatan pasti hilang, sebenarnya adalah karena dia menganggap kenikmatan surga tidak akan hilang. Mendengar tanggapan sedemikian rupa, Labid berkata: 

"Wahai orang-orang Ouraisy, selama ini majlis kalian tidak pernah begini". 

Maka bangkitlah seorang yang bebal di antara mereka dan menampar mata Utsman sampai merah. Walid yang ada di sampingnya berkata kepada Utsman: 

"Demi Tuhan, Utsman. Aku ingin memberikan perlindungan kepadamu. Dan matamu itu tidak seharusnya mengalami demikian". 

Utsman menjawab: "Perlindungan Allah lebih aman dan agung. Mataku yang sehat membutuhkan demikian. Pada diri Rasulullah beserta orang-orang yang aman bersama beliau terdapat teladan bagiku", kata Utsman mantab.

ADMIN

BACA JUGA