YURISTGAMEINIGAMEID101

BERMURAH HATILAH KEPADA PENGEMIS

BERMURAH HATILAH KEPADA PENGEMIS



Alkisah, pada suatu hari 'Abd Allah Ibn al-Mubarak semoga Allah mengasihinya didatangi seorang pengemis yang meminta sedikit makanan padanya. Waktu itu ia tidak memiliki apa-apa lagi selain 10 butir telur, maka ia pun memerintahkan pembantunya untuk memberikan telur-telur itu pada pengemis tersebut. Si pembantu hanya memberikan sembilan saja, dan menyembunyikan satu butir. 

Menjelang matahari terbenam, seseorang datang mengetuk pintu seraya berkata, "Ambillah keranjang ini!" 'Abd Allah semoga Allah meridainya keluar rumah dan mengambilnya. Dilihatnya ada banyak telur di dalam keranjang itu. la menghitung telur-telur itu dan ternyata berjumlah 90 butir. Lalu ia berkata pada pembantunya, "Mana telur-telur yang lain? Berapa telur yang kauberikan pada si pengemis tadi?" Dijawab, "Aku memberinya 9 butir dan aku sisakan sebutir untuk Anda berbuka, Tuanku!" Abd Allah berkata, "Jadi, kita berutang 10 butir." 

Begitulah langgam mereka Tuhannya. Mereka mengimani dan membenarkan apa yang berinteraksi dengan berlaku dalam Alkitab dan Sunnah. Mereka tidak pernah menyalahi Alquran dalam gerak dan diam, serta dalam mengambil dan memberi. Mereka nyata bertransaksi dengan Tuhan mereka 'Azza wa Jalla dan meraup untung besar dalam transaksi ini, karena itulah mereka terus menekuninya. 

Mereka melihat pintu-Nya terbuka lebar-lebar, maka mereka pun masuk ke dalamnya, dan melihat pintu-pintu selain-Nya tertutup, maka mereka pun menjauhinya. Mereka menuruti-Nya dalam (berinteraksi dengan) selain-Nya, dan tidak menuruti selain-Nya dalam (berinteraksi dengan)-Nya. Mereka menuruti-Nya dalam kemurkaan-Nya pada orang yang membuat-Nya murka dan dalam kecintaan-Nya pada orang yang membuat-Nya cinta.

Sebagian mereka menuturkan: "Turutilah Allah dalam (berinteraksi dengan) makhluk, tapi jangan turuti makhluk dalam (berinteraksi dengan) Allah, maka hancurlah orang yang hancur, dan beruntunglah orang yang beruntung." 

Kaum saleh senantiasa berada di samping al-Haqq 'Azza wa Jalla, mengunggulkan-Nya di atas diri mereka dan selain-Nya. Dalam hal ini, mereka tidak peduli dengan celaan orang dan tidak juga takut dengan seorang pun selama masih dalam batas-batas-Nya dan dalam kerangka penegakan syariat-Nya. 

Wahai pemuda! Tinggalkanlah kegilaan yang sedang kaulakukan saat ini! Ikutilah kaum saleh dalam perkataan dan perbuatan mereka. Janganlah engkau mencari perolehan yang telah mereka capai hanya dengan klaim-klaim kebohongan semata. Bersabarlah menghadapi bala cobaan sebagaimana kesabaran mereka menanggungnya, hingga engkau akan sampai pada perolehan yang telah mereka capai. Jika tidak ada bala cobaan, pastilah semua manusia menjadi ahli ibadah dan pezuhud. 

Bala cobaan akan tetap datang menimpa mereka dan jika mereka tidak bersabar menghadapinya, maka mereka akan tertutup dan terhalang dari pintu Tuhan mereka. Siapa yang tidak memiliki kesabaran, maka tidak ada anugerah untuknya. Jika engkau tidak bersikap sabar dan ridha menerima, maka hal itu menyeba dari penghambaan pada al-Haqq 'Azza wa Jalla. Allah telah berfirman dalam sebuah Hadis Qudsi: "Barangsiapayang tidak ridha menerima qadha-Ku dan tidak sabar atas bala coba-Ku, maka angkatlah tuhan selain-Ku."

Puaslah menerima-Nya, tanpa selain-Nya. Takdir adalah entitas yang balk dan buruk bagi kalian. Wujudkanlah Islam kalian, hingga kalian mencapai keimanan, lalu realisasikan keimanan hingga mencapai keyakinan. Saat itulah kalian bisa melihat apa yang belum pernah kalian lihat dengan mata keyakinan (ayn alyagin). Dia akan memperlihatkan segala sesuatu pada kalian sesuai dengan bentuknya. Dia menjadikan berita (khabar) sebagai pemandangan yang kasat mata. Dia menghentikan hati pada pintu al-Haqq 'Azza wa Jalla dan memperlihatkan segala sesuatu kepadanya. Jika hati berhenti dan terpaku di pintu al-Haqq 'Azza wa Jalla, maka tangan kemuliaan akan menjulur padanya, dan memuliakannya hingga menjadi sosok mulia (karim) yang memiliki empati dan selalu bermurah hati pada makhluk serta tidak kikir sedikit pun pada mereka. Had yang sahih dan saleh untuk Allah 'Azza wa Jalla adalah hati yang mulia, dan nurani yang bersih dari kotoran adalah nurani yang mulia. Bagaimana keduanya tidak menjadi demikian, sementara yang memuliakan keduanya adalah Yang Mahamulia di atas yang paling mulia (Akram al-Akramin). 

Wahai manusia! Engkau harus bersikap murah hati dan empati dalam menjalankan ketaatan pada al-Haqq 'Azza wa Jalla, bukan dalam maksiat kepada-Nya. Setiap nikmat yang dibelanjakan dalam kemaksiatan akan rentan hilang. Bersibuklah kalian mencari rezeki dengan tetap menjalankan ketaatan sampai kedekatan-Nya merengkuhmu, maka seluruh anganmu akan menyatu dengan-Nya dan di dalam-Nya, bukan dengan selain-Nya. Ketika itulah, hidangan makananmu tersaji dari periuk kemuliaan dan kemurahan-Nya dari arah yang tidak kalian sangka-sangka dan pikirkan sebelumnya. 


-Sumber: Pencerahan Sufi (Fathur Rabbani) Penulis: Syekh Abdul Qadir Jaelani Penerbit: Forum, Yogyakarta, 2015

ADMIN

BACA JUGA