YURISTGAMEINIGAMEID101

CINTA ALLAH

CINTA ALLAH

Ketahuilah, segala sesuatu bergerak oleh gerakanNya dan diam oleh diam-Nya. Jika persepsi ini sudah kukuh menancap pada diri seseorang, maka ia akan merasa lega dari beban berat syirik (menyekutukan Allah) dengan manusia dan manusia pun merasa nyaman dengannya;-sebab ia tidak mencela mereka, juga tidak menuntut mereka dengan sesuatu semaunya, melainkan hanya menuntut sesuatu yang dituntut oleh syara' semata. la menuntut mereka atas dasar syara' serta menyalahkan mereka atas dasar ilmu, seraya menghimpun antara hukum dan ilmu. Melihat perbuatan Allah 'Azza wa Jalla atas manusia adalah aqidah (keyakinan) yang tidak terbatalkan oleh hukum, sebab Dia sendirilah yang menentukan dan menuntut. 

"Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanya:" (Q.S. 21: 23). 

Inilah keyakinan yang dipegang oleh setiap Muslim yang muqin (yakin), mengesakan, ridha menerima Allah 'Azza wa Jalla, dan menuruti segala qadha, qadar, dan perbuatanNya atas dirinya dan selainnya. Dia Maha kaya (tidak membutuhkan) dirimu, dan juga kesabaranmu, akan tetapi Dia hanya (ingin) melihat apa yang akan kau lakukan dengan klaim-klaim pengakuanmu, apakah kamu memang benarbenar tulus ataukah hanya berdusta? 

Seorang pencinta tidak memiliki apa-apa. Semua yang dimilikinya, sudah ia serahkan pada kekasih yang dicintainya. Cinta dan kepemilikan selamanya tidak akan menyatu. Seorang yang mencintai al-Haqq 'Azza wa Jalla dan benarbenar tulus mencintai-Nya (harus) menyerahkan diri, harta, dan kesehatannya pada-Nya serta meninggalkan ikhtiar bagi dirinya dan orang lain. la tidak akan menuduh-Nya macam-macam perihal perbuatan-Nya. la juga tidak memburu-buruNya dan tidak pula pelit pada-Nya. Baginya, semua yang dikeluarkan oleh-Nya untuk dirinya adalah sesuatu yang indah. Semua arah sudah tertutup baginya dan hanya menyisakan satu arah saja, Dia. 

Hai orang yang mengaku mencintai Allah 'Azza wa Jalla, cintamu pada-Nya tidak akan sempurna sebelum kaubuntukan semua jalan, hingga hanya menyisakan satu jalan saja bagimu. 

Kekasihmu telah mengeluarkan makhluk dari dalam hatimu, dari Arsy hingga kedalaman bumi. Karena itu, jangan kaucintai dunia, juga Akhirat. Anggaplah semua itu gersang bagimu dan rasakan kenyamanan bersama-Nya. Bersabarlah sebagaimana kesabaran Majnun Lay,; scat ia termakan cinta. la keluar dari tengah-tengah makhluk dan asyik menyendiri serta bergaul dengan binatang-binatang buas. la rela keluar dari gedung megah dan menerima gubuk reot. la keluar dari pujian manusia dan cacian mereka. Baginya, bicara dan diam sama saja, ridha dan benci juga sama. Suatu ketika ia pernah ditanya, "Siapa engkau?" la menjawab, "Layla." Ditanya lagi, "Dari mana engkau berasal?" la jawab, "Layla." 

Lagi-lagi ia ditanya, "Ke mana engkau mau berjalan?" Lagi-lagi ia jawab, "Layla. " la telah buta dari selain Layla dan tuli dari selain mendengar ucapan Layla. la tidak bergeming meninggalkan gadis itu hanya karena cercaan para pencerca. Bagus sekali apa yang dituturkan seorang penyair: 

Ketika nafsu mendorong pada cinta (hawa) Maka ia menjadikan manusia seperti besi yang dingin Ketika hati ini mengenal al-Haqq 'Azza wa Jalla, mencintai dan dekat dengan-Nya, maka ia akan merasa enggan dengan makhluk dan bergaul dengan mereka. Juga merasa muak dengan makanan, minuman, pakaian, flan pernikahannya. la tidak senang dengan gedung mewah, dan lebih suka tinggal di gubuk reot. Tidak ada sesuatu pun yang mampu mengikatnya selain syara` yang mengikatnya dalam perintah, larangan dan perbuatan, membelenggunya hingga datang takdir. Ya Allah, jangan jauhkan kami dari tangan rahmat-Mu, niscaya kami tenggelam di dalam samudera duniawi dan samudera wujud. Wahai Penganugerah kemuliaan dan Penetap preseden (assabigah), sadarkanlah kami! 

Wahai pemuda! Barangsiapa yang tidak melaksanakan apa yang aku tuturkan ini, maka ia tidak akan mampu memahami ucapanku, dan baru setelah mengamalkan, ia akan paham. Jika engkau tidak mau berbaik sangka padaku dan tidak menuruti apa yang aku tuturkan, juga tidaik mau mengamalkannya, bagaimana kaumau paham? Kau ibarat orang lapar yang berdiri di sampingku, namun tidak mau memakan suguhanku, bagaimana kaumau kenyang? Diriwayatkan dari Abu Hurayrah-semogaAllah meridhainyakatanya: "Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda:" 

"Barangsiapa yang sakit semalam saja, sambil ridha pada Allah "Azza wa Jalla dan sabar menghadapi apayang menimpanya, maka ia telah keluar dari dosadosanya sebagaimana saat ia dilahirkan oleh ibunya." 

Dengan mengandalkan dirimu sendiri, engkau tidak akan memperoleh apa pun. Mu'az-semoga Allah meridhainya pernah berkata pada para Sahabat, "Bangkitlah, mari kita beriman sesaat!" Artinya marilah kita bangkit mencicipi (keimanan) sesaat. 

Bangkit dan masuklah ke pintu (iman) sesaat. la mengucapkan demikian sebagai ungkapan kebersamaan dengan mereka. Di sini, ia menghimbau pada penelaahan sesuatu yang masih samar, dan menghimbau untuk melihat dengan mata keyakinan, sebab tidak setiap orang Islam adalah orang Mukmin, dan tidak setiap orang Mukmin muqin (yakin). Karena itu, ketika para Sahabat, semoga Allah meridhai mereka, mengadukan hal ini pada Rasulullah sambil mengatakan, "Mu'az berkata pada kami, Bangkitlah kalian, mari kita beriman sesaat. Bukankah kami ini orang-orang Mukmin?" Nabi Saw bersabda (menanggapi): 

"Biarkan Mu `az dengan urusannya sendiri." 

Hai orang yang diperbudak hawa nafsu, tabiat, setan dan duniawinya! Engkau tidak memiliki nilai apa-apa di hadapan Allah 'Azza wa Jalla dan di hadapan hamba-hamba-Nya yang saleh. Siapa yang menyembah Akhirat, tidak akan kutoleh, apalagi orang yang menyembah dunia? 

Celakalah! Apa yang kau perbuat dengan ocehan lisan tanpa realisasi amal? Engkau berdusta, tetapi kauanggap dirimu benar. Engkau juga syirik, tetapi kauanggap dirimu bertauhid. 

Kau yakini kesahihan, sambil kecurangan terus melekat bersamamu, tetapi kau meyakininya sebagai kemurnian. Urusanku denganmu adalah mencegahmu dari kebohongan dan menghimbaumu pada ketulusan. Di tanganku ada tiga timbangan yang mengantarkanku pada makrifat, yaitu Alkitab, Sunnah, dan hatiku. Timbangan yang terakhir secara jelas mampu melihat hantu di dalamnya. Had tidak akan mencapai kedudukan ini sampai ia merealisasikan pengamalan Alkitab dan Sunnah. Amal dengan (landasan) ilmu adalah mahkota ilmu. Amal dengan (landasan) ilmu adalah cahaya ilmu, ia adalah murninya murni, esensinya esensi, dan isinya isi. Amal dengan (landasan) ilmu mampu menyehatkan hati dan menyucikannya. Jika hati sehat, maka fisik badan akan menjadi sehat pula. Jika hati bersih, maka bersih pula fisik anggota badan, jika hati terlepas, maka terlepas pula Surga. Jika embrio sehat, maka struktur tubuh juga akan sehat. Kesehatan hati berasal dari kesehatan nurani yang berada di tengah-tengah antara anak Adam dan Tuhannya 'Azza wa Jalla. Nurani adalah burung dan hati adalah sangkarnya. Had adalah burung dan struktur fisik tubuh adalah sarangnya. Fisik badan adalah burung, dan kuburlah sarangnya. Kubur adalah sarang hati yang mau tidak mau harus mereka masuki.


-Sumber: Pencerahan Sufi (Fathur Rabbani) Penulis: Syekh Abdul Qadir Jaelani Penerbit: Forum, Yogyakarta, 2015

ADMIN

BACA JUGA