YURISTGAMEINIGAMEID101

DAKWAH DADA

DAKWAH DADA

Wahai makhluk Allah! Aku senantiasa memohon kesejahteraan dan kemanfaatan kalian semua. Aku berharap pintu Neraka ditutup, bahkan ditiadakan sama sekali, hingga tak ada seorang pun makhluk Allah yang masuk ke sana. (Sebaliknya) pintu Surga dibuka lebar-lebar dan tidak ada seorang pun dari makhluk Allah yang dicegah masuk ke sana. Aku berharap demikian, karena pengetahuanku akan rahmat Allah dan belas kasih-Nya pada makhluk-Nya. Dudukku (di majelis) adalah demi kebaikan hati kalian dan untuk mendidiknya, bukan untuk mengubah perkataan dan menatanya. 

Karena itu janganlah kalian lari karena kekasaran bicaraku, sebab aku dididik kasar dalam menjalani agama Allah 'Azza wa Jalla. Bicaraku kasar dan makananku juga kasar. Siapa yang lari dariku dan dari orang-orang semisalku, maka ia tidak akan bahagia. Jika engkau berperilaku buruk dalam hal-hal yang mengacu pada agama, maka aku tidak akan meninggalkanmu dan tidak akan berkata, "Lakukanlah itu!" Aku tidak peduli apakah engkau mau hadir di majelisku atau tidak. 

Aku tidak meminta arahan kecuali kepada Allah 'Azza wa Jalla, dan dari-Nya, bukan dari kalian. Aku tidak peduli dengan jumlah dan hitungan kalian. Apa yang ada padaku tidak bisa diubah dengan lisan, melainkan dengan hati (janan). Tidak ada kamus kanan, kiri, atau belakang, melainkan hanya depan searah dada, bukan membelakangi punggung, mengikuti para nabi, rasul, dan generasi salaf pertama. 

Aku senantiasa berkiblat pada mereka dalam pelarian secara total menuju rumah kedekatan-Nya. Bertaubatlah kalian dari dosa dan perilaku buruk kalian. Bertaubat ibarat bercocok tanam di ladang hati kalian dan membangun sebuah. struktur bangunan. Robohkan bangunan setan dan dirikan bangunan Yang Maha Pengasih. Gapailah Tuhan dan al-Mawla Junjungan kalian. 

Aku berdiri bersama isi, bukan kulit, dan lahir adalah kulit. Aku tidak akan pernah letih untuk mendidiknya. Aku hanya mendidik substansi isi kalian, dan menyingkirkan kulit luar kalian, serta akan terus mendidik kalian hingga Nabi kalian bangga melihat kalian. 

Wahai para pemuda! Jangan menemaniku hanya karena dunia dan temanilah aku demi Akhirat semata. Jika memang pertemanan kalian denganku benar-benar karena Akhirat, maka dunia akan datang dengan sendirinya, mengikuti dan mengiringinya. Lalu ambillah (duniawi) seperlunya, sekadar zuhud di dalamnya, niscaya kujamin kalian tidak akan dihisab atas hal ini. 

Prioritaskan Akhirat atas dunia, batin atas lahir, kebenaran atas kebatilan, serta yang kekal atas yang fana. Tinggalkan, lalu ambillah! Tinggalkanlah mengambil (dunia) dengan tangan tabiat dan hawa nafsu, serta ambillah dengan tangan hati dan nurani. Tinggalkan mengambil (bagian duniawi) dari tangan manusia, dan ambillah dari tangan Sang Pencipta. Taatilah Rasul dan terimalah apa yang dibawanya, baik perintah maupun larangan. Allah 'Azza wa Jalla berfirman: "Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah" (Q. S. 59: 7). 

Jadilah layaknya binatang buas dalam menjalankan perintah Allah 'Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, layaknya orang sakit dalam meninggalkan larangan keduanya, layaknya mayat dalam menjalani qadha dan takdir. Meski demikian, tetaplah bergaul dengan manusia dengan kesantunan budi. 

Janganlah kalian minta dari Allah sesuatu yang tidak ditentukan dalam Ilmu-Nya. Turutilah Dia dalam menjalani hukum dan ketentuan-Nya atas kalian dan selain kalian. Nabi Saw bersabda: "Selesai menciptakan qalam (Pena), Allah "Azza wa Jalla berkata kepadanya, Tulislah!' la bertanya, Apa yang harus aku tulis? Dia lalu menitahkan, Tulis hukumku pada makhluk-Ku hingga Hari Kiamat" 

-Sumber: Pencerahan Sufi (Fathur Rabbani) Penulis: Syekh Abdul Qadir Jaelani Penerbit: Forum, Yogyakarta, 2015

ADMIN

BACA JUGA