YURISTGAMEINIGAMEID101

RAHASIA KHALWAT

Rahasia Khalwat



Hai orang-orang yang mati hatinya namun hidup nafsunya, hati kalian telah mati. Meratapi musibah kematiannya lebih utama daripada meratapi musibah selain kalian. Kematian hati adalah lalai dari Allah 'Azza wa Jalla dan dari zikir mengingat-Nya. Barangsiapa di antara kalian yang ingin menghidupkan hatinya, maka tinggalkan dalam hatimu, zikir ingatan akan al-Haqq 'Azza wa Jalla dan keintiman dengan-Nya, memandang kekuasaan dan kebesaran-Nya, serta perbuatan-Nya pada makhluk-Nya. 

Wahai pemuda! Zikirlah mengingat al-Haqq 'Azza wa Jalla! Pertama, dengan hatimu, baru kemudian dengan fisikmu. Zikirlah mengingat-Nya 1000 kali dalam hatimu dan satu kali dalam lisanmu. Ingatlah Allah, yaitu dengan bersabar saat datang petaka, dengan berzuhud meninggalkan saat datang dunia, dengan penerimaan saat datang Akhirat, dengan tauhid pengesaan saat datang al-Haqq 'Azza wa Jalla, dan dengan berpaling secara total, saat datang selain al-Haqq 'Azza wa Jalla. 

Jika kauberikan keleluasaan dan perhatian pada nafsumu, maka ia akan rakus dan membinasakanmu. Kekanglah ia dengan kekang wary' dan tinggalkan olehmu desas-desus. 

Mengingat kematian akan menyucikan hatimu, menjadikanmu membenci dunia dan manusia, serta akan menyingkap tirai penutup hatimu, hingga engkau bisa melihat hakikat manusia yang bersifat fana, mati, binasa, lemah, dan tidak memiliki kuasa menolak mudarat dan member manfaat.


Wahai manusia! Apa ini? Kalian telah gila. Kalian telah kehilangan waktu tanpa berbuat sesuatu pun. Bersabarlah bersama Allah 'Azza wa Jalla, niscaya kalian akan mendapatkan kebaikan, dunia dan Akhirat. Jika engkau ingin merealisasikan keislaman, maka engkau harus berpasrah diri (istislam). Lalu jika engkau menginginkan kedekatan dengan Allah 'Azza wa Jalla, maka engkau harus melemparkan diri di hadapan takdir dan perbuatan-Nya tanpa bertanya mengapa dan bagaimana. 

Dengan demikian, engkau telah mendekat pada-Nya. Jangan menginginkan sesuatu selama Dia tidak membenarkannya. Allah berfirman: "Dan kamu tidak menghendaki (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah" (Q.S. 76: 30). Jika apa yang kaukehendaki belum sempurna, maka jangan berkehendak. Jangan menentang perbuatan-perbuatan-Nya. Meskipun Dia mengambil pangkat, harta benda, kesehatan, dan anak-anakmu, serta menghancurkan kehormatanmu, maka tetaplah tersenyum di hadapan takdir, kehendak, dan pergantianNya. 

Jika engkau menginginkan kedekatan-Nya serta kesucian bersama-Nya, maka bersikaplah demikian. Jika engkau menginginkan hatimu sampai kepada-Nya selagi engkau di dunia, maka redamlah kesedihanmu dan tampakkan kegembiraanmu. Santunilah manusia dengan kebaikan budi. Rasulullah Saw bersabda: "Kegembiraan seorang Mukmin membias di wajahnya, sementara kesedihannya terpendam di kedamaian hatinya." 

Jangan mengeluh dan mengadu pada siapa pun, sebab jika engkau mengadu pada al-Haqq 'Azza wa Jalla, maka engkau akan jatuh tersungkur dalam pandangan-Nya. Oleh karena itu, jangan pernah engkau mengeluhkannya.


Ketika engkau telah menghilangkan nafsu dalam khalwatmu dan mencari-Nya bersama para talibin, maka khalwatmu telah menjelma menjadi keintiman dengan al-Haqq 'Azza wa Jalla. Jika engkau tinggalkan nafsumu bersama dunia, dan hatimu bersama Akhirat, serta nuranimu bersama al-Mawla, maka ketika itulah khalwatmu menjelma menjadi keintiman dengan Allah. Adapun jika dalam khalwatmu, engkau tetap bersama nafsumu dan nafsu-nafsu yang lain, maka hal itu bukanlah khalwat. 

Khalwat bersama-Nya hanya terwujud dengan kesendirian tanpa selain-Nya, dan kesendirian demikian baru bisa terwujud setelah engkau membenci selain-Nya. Kapan engkau memurnikan dirimu, hingga bisa kaulihat kemurnian beserta pemiliknya? Kapan engkau bersikap tulus, hingga bisa kaulihat ketulusan beserta pemiliknya? Kapan engkau ikhlas, hingga bisa kaulihat pintu al-Haqq 'Azza wa Jalla beserta pemiliknya?Jika hal ini telah kauwujudkan secara sung-guh-sungguh, maka engkau akan bisa melihat orang-orang yang dekat dengan al-Haqq 'Azza wa Jalla. Jika engkau melihat pintu (istana) raja, pasti engkau akan melihat pengawal-pengawalnya berdiri tegak di sana. Jika pintu raja saja belum pernah kaumasuki dan kaulihat sekilas, bagaimana mungkin engkau akan melihat pangeran-pangerannya. 

-Sumber: Pencerahan Sufi (Fathur Rabbani) Penulis: Syekh Abdul Qadir Jaelani Penerbit: Forum, Yogyakarta, 2015

ADMIN

BACA JUGA