YURISTGAMEINIGAMEID101

SABAR DALAM BENCANA

SABAR DALAM BENCANA
SABAR DALAM BENCANA

Wahai pemuda! Tetaplah bersama Allah meski petaka turun menimpamu. Jika engkau berdiri di atas kaki-kaki kecintaan pada-Nya, maka engkau tidak akan terhempaskan oleh badai dan hujan, juga terbakar panas. Engkau akan kokoh, lahir dan batin, berdiri di sebuah tempat yang tidak ada satu pun makhluk di sana, tidak ada dunia dan Akhirat, bahkan tidak ada hak-hak dan bagian-bagiannya. Tidak ada penderitaan, juga tidak ada perihal bagaimana pun. Tidak ada lagi selain al-Hagq Azza wa Jalla di sana. 

Jangan kotori dirimu dengan memandang makhluk dan membekali keluarga. Janganlah kau berubah oleh sedikit atau banyaknya (bagian), cercaan atau pujian, penerimaan atau penolakan, niscaya engkau akan berada di sana bersama-Nya, di luar logika manusia, jin, malaikat, dan makhluk seluruhnya. Bagus sekali aforisma yang dituturkan oleh sebagian dari mereka (kaum saleh) berikut, "Jika kaupercaya, (silakan), dan jika tidak, maka jangan ikuti kami." 

Kesabaran, keikhlasan, dan ketulusan adalah dasar-dasar pondasi dari apa yang telah aku jelaskan. Jika kau menginginkanku, maka aku akan bersikap munafik di hadapanmu. Akan aku halus-haluskan bicara, hingga dirimu senang dan takjub, hingga kau menyangka bahwa perkataan itu tidak berdasar apa-apa dan tidak memiliki kemuliaan. 

Aku adalah api, dan tidak ada yang mampu bertahan di atas api kecuali salamander (sejenis kadal) yang bertelur, mengeram, berdiri dan duduk di dalam (kobaran) api. Berusahalah menjadi salamander dalam api petaka, dalam mujahadah, dan penderitaan, serta bersabar menerima godam-godam qadha dan takdir hingga engkau bisa bertahan menemaniku, menyimak penuturanku dengan segala ketegasannya, dan mengamalkannya secara lahir dan batin, rahasia maupun terbuka, pertama dalam kesendirianmu (khalwah), kedua dalam keramaianmu (jalwah), dan ketiga dalam wujud eksistensimu. 

Jika engkau benar-benar melakukannya, maka akan kau peroleh kebahagiaan dunia dan Akhirat atas kehendak dan takdir Allah Azza wa Jalla. Sedikit pun aku tidak tertarik pada seorang makhluk, sebab cintaku hanya untuk Allah Azza wa Jalla semata. Konsekuensinya, aku tidak menoleh sedikit pun pada apa dan siapa tanpa perintah-Nya, tetapi aku hanya menguatkannya demi memenuhi hak-Nya dari makhluk-Nya. Aku tidak melemahkan dan menguatkan maupun menuruti mereka (manusia) dengan nafsuku.


-Sumber: Pencerahan Sufi (Fathur Rabbani) Penulis: Syekh Abdul Qadir Jaelani Penerbit: Forum, Yogyakarta, 2015



ADMIN

BACA JUGA