YURISTGAMEINIGAMEID101

CERDAS BERAGAMA

CERDAS BERAGAMA

Nabi Saw bersabda: "Barang siapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka Dia akan mencerdaskannya dalam agama. Dan akan Dia perlihatkan padanya cela-cela keburukan dirinya." 

Kecerdasan beragama adalah sarana mengenali diri. Barangsiapa yang mengenal Tuhannya, maka ia akan mengetahui segala sesuatu. Dengan demikian, telah sahih penghambaan dan keterbebasannya dari penghambaan pada selain-Nya. Tidak ada kebahagiaan dan keselamatan bagimu, hingga engkau lebih mementingkan-Nya daripada selain-Nya, serta engkau lebih mementingkan agamamu daripada syahwatmu, Akhiratmu daripada duniamu, dan Penciptamu daripada makhluk sesamamu. 

Jika engkau lebih mengutamakan syahwat di atas agamamu, dunia di atas Akhiratmu, makhluk sesama di atas Penciptamu, maka nyatalah kebinasaanmu. Lakukanlah instruksi ini! Sudah cukup bagimu terhijab dari al-Haqq 'Azza wa Jalla tanpa pengabulan (ljabah). Pengabulan akan turun setelah adanya tanggapan (istijabah). 

Jika engkau menanggapi-Nya dengan amal, maka Dia akan mengabulkanmu saat engkau meminta apa pun pada-Nya. Tanaman ada setelah ditanam. Berladanglah, niscaya engkau akan menuai. Nabi Saw bersabda: "Dunia adalah ladang Akhirat." Tanamilah ladang ini dengan hati dan badan, yaitu iman, lalu jagalah, airi, dan sirami ia dengan amal-amal saleh. 

Jika hati memiliki kelembutan, empati, dan kasih sayang, maka tanaman akan tumbuh subur di atasnya, namun jika hati keras, kasar, dan beringas, maka tanahnya akan tandus dan tanaman tidak akan tumbuh pada tanah yang tandus. Pun, jika kau bercocok tanam tanpa pengetahuan, maka tanaman tidak akan tumbuh subur, dan malah menjurus pada kerusakan. 

Belajarlah cara bercocok tanam yang baik, dan jangan asal menuruti pendapat sendiri. Nabi Saw bersabda: "Minta tolonglah atas setiap keterampilan pada pakar yang berkompeten." Engkau sibuk bercocok tanam dengan tanaman dunia, dan mengabaikan tanaman Akhirat. Tidakkah kau tahu bahwa pencari dunia tidak akan beruntung bersama Akhirat? la tidak akan bisa melihat al-Haq 'Azza wa Jalla. 

Jika engkau menginginkan Akhirat, maka engkau harus meninggalkan dunia, dan jika engkau menginginkan al-Haqq 'Azza wa Jalla, maka engkau harus meninggalkan bagian-bagian (huzuz) dan makhluk, niscaya engkau akan sampai pada-Nya. Jika hal ini sudah kaujalankan dengan benar, maka dunia dan Akhirat, bagian-bagian (rezeki) dan manusia akan datang sendiri padamu dengan segala kepatuhan tanpa keterpaksaan, sebab yang pokok sudah kaupegang, sehingga cabang-cabangnya pun akan mengikut begitu saja.

Gunakanlah akal! Engkau tidak memiliki iman, juga (kesadaran) akal dan kemampuan membedakan (tamyiz). Engkau terpaku bersama manusia, dan menyekutukan-Nya dengan mereka. Engkau akan hancur binasa jika tidak bertaubat. Menyepilah menuju jalan kaum (saleh). Menyepilah menuju pintu mereka. Janganlah engkau mempergauli mereka dengan pundak-pundak fisikmu tanpa hati. Jangan pula mempergauli komunitas mereka dengan kemunafikan dan pengakuan-pengakuan palsu, serta kegilaanmu. Akan tetapi, gauli komunitas mereka dengan hati dan nurani, dengan pundak-pundak tawakal dan kesabaran dalam menghadapi petaka serta keridhaan menerima bagian-bagian (rezeki). 


-Sumber: Pencerahan Sufi (Fathur Rabbani) Penulis: Syekh Abdul Qadir Jaelani Penerbit: Forum, Yogyakarta, 2015

ADMIN

BACA JUGA