YURISTGAMEINIGAMEID101

HAKIKAT MAKSIAT

HAKIKAT MAKSIAT

Alkisah, Sufyan as-Sawri semoga Allah mengasihinya pernah dilihat dalam mimpi. la ditanya, "Apa yang telah Allah perbuat pada Anda?" la menjawab, "Dia menghentikanku di hadapan-Nya lalu berkata kepadaku, 'Hai Sufyan, tidakkah engkau tahu bahwa Aku ini Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Engkau menangis selaksa tangis hanya lantaran ketakutan pada-Ku, tidakkah kau malu kepada-Ku?" 

Jauhilah tabiat, hawa kesenangan, dan Setanmu, serta jangan mempercayai mereka. Jika hal ini sudah mantap, maka tabuhlah genderang permusuhan antara dirimu dan kolega-kolega keburukan, serta jangan sekali-kali bersahabat lagi dengan mereka sebelum mereka menyetujui hal-mu (tanpa interupsi). Taubat adalah pusat perubahan. Barangsiapa yang bertaubat, namun masih belum mengubah perilakunya yang dahulu, maka ia telah berdusta dalam klaim pertaubatannya.

Jika engkau mau berubah, maka Dia akan mengubahmu. berkenan Allah 'Azza wa Jala berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (Q. S.13: 11) 

Janganlah engkau menzalimi seorang pun di dunia, sebab di Akhirat kelak engkau akan disiksa karenanya. Bersikaplah adil di dunia, hingga Dia tidak akan membelokkanmu dari jalan Surga. Ketika para pezalim mengabaikan keadilan, maka Allah pun akan membelokkan mereka dari jalan rumah para penegak keadilan. Tinggalkanlah segala sesuatu pada tempatnya, niscaya engkau akan memiliki tempat di sisi Allah 'Azza wa Jalla. 

Pada akhir zaman ini, aku melihat kalian telah berubah, dan aku sungguh khawatir dengan perubahan dan pergeseran ini. Perubahan sesuatu memang pasti terjadi, akan tetapi harus dengan halal. 

Hai orang yang lalai! Engkau telah menantang al-Haqq 'Azza wa Jalla dengan kemaksiatan dan pelanggaran, namun kemudian engkau merasa aman-aman saja dengan-Nya, maka sebentar lagi rasa amanmu akan berubah menjadi ketakutan, kelapanganmu menjadi kesempitan, kesehatanmu menjadi derita kesakitan, kemuliaanmu menjadi kehinaan, ketinggianmu menjadi kenistaan, dan kekayaanmu menjadi kefakiran. 

Ketahuilah bahwa tingkat keamananmu dari siksa Allah 'Azza wa Jalla di Hari Kiamat tergantung pada kadar ketakutanmu pada-Nya selama di dunia, dan ketakutanmu di Akhirat tergantung pada kadar perasaan amanmu di dunia. Akan tetapi kalian malah asyik menyelam di dasar lautan duniawi dan bersantai di dasar sumur kelalaian. Maka tidak diragukan, jika kehidupan kalian seperti kehidupan binatang yang hanya mengenal kamus makan, minum, kawin, dan tidur. 

Ahwal kalian ini tampak jelas di hadapan para pemilik hati. Ambisi meraih dunia dan mengumpulkannya, serta mengeruk rezeki telah menghalangi kalian dari jalan al-Haqq 'Azza wa Jalla dan pintu-Nya. 

Ahli maksiat tidak mengenal Allah 'Azza wa Jalla, sehingga mereka pun lalu mendurhakai-Nya, mengikuti dan menuruti Setan. Jikalau ia tidak bodoh, pastilah ia tidak akan bermaksiat. Jikalau ia telah mengenali nafsu dan yang orang-orang dirinya dan mengetahui bahwa nafsu hanya mengajaknya pada keburukan, pastilah ia tidak akan menurutinya. Sudah berapa banyak kuperingatkan padamu untuk berhati-hati dengan Iblis dan para pembantunya, tetapi engkau terus saja menemani dan menyambutnya. Para pembantu Iblis adalah nafsu, dunia, hawa kesenangan, tabiat, dan hal-hal yang buruk. 

Hati-hatilah dengan mereka semua, karena mereka adalah musuh-musuhmu dan engkau tidak memiliki kekasih yang patut dicintai selain Allah 'Azza wa Jalla, sebab Dia menginginkanmu demi kemaslahatanmu, sementara selain-Nya menginginkanmu demi kepentingan mereka.

-Sumber: Pencerahan Sufi (Fathur Rabbani) Penulis: Syekh Abdul Qadir Jaelani Penerbit: Forum, Yogyakarta, 2015

ADMIN

BACA JUGA