YURISTGAMEINIGAMEID101

JANGAN BERHARAP PADA MAKHLUK!

JANGAN BERHARAP PADA MAKHLUK!

Nabi Saw bersabda: "Terlaknat, terlaknatlah orang yang berkepercayaan pada makhluk sepertinya." 

Betapa banyak manusia yang termasuk dalam laknat ini, dan hanya sedikit yang percaya pada Allah Azza wa Jalla. Barangsiapa yang percaya pada Allah, "Maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh" (Q.S. 31: 22). 

Orang yang percaya pada makhluk sepertinya adalah bagaikan orang yang menciduk air dengan jari merenggang, dan ia pun tidak mendapatkan apa-apa. angan Celaka kau! Manusia memang bisa memenuhi kebutuhanmu sehari, dua hari, tiga hari, sebulan, setahun, atau dua tahun, namun di Akhirat kelak mereka akan bosan denganmu. Karena itu, temanilah al-Haqq Azza wa Jalla dan tumpukan kebutuhanmu pada-Nya, sebab Dia tidak akan pernah bosan denganmu, juga tidak akan pernah jemu memenuhi kebutuhan-kebutuhan, di dunia dan Akhirat. 

Seorang pengesa memiliki kekuatan tauhid. Tidak ada lagi baginya yang disebut ayah, ibu, keluarga, teman, musuh, kekayaan, jabatan (kehormatan), atau ketenangan bersama sesuatu apa pun, melainkan hanya ketergantungan di pintu al-Haqq Azza wa Jalla dan anugerah-anugerah-Nya. 

Hai orang-orang yang menaruh kepercayaan pada dinar dan dirham (baca: uang)! Apa yang kaumiliki sebentar lagi akan hilang dari tanganmu sebagai siksaan bagimu seperti Dia membinasakan keduanya (dinar dan dirham). Sebelumnya keduanya berada di tangan orang lain, lalu diambillah keduanya untuk kemudian diserahkan kepadamu, agar engkau menggunakannya sebagai sarana ketaatan pada al-Mawla Junjunganmu Azza wa Jalla, namun engkau malah menjadikannya sebagai berhalamu. 

Hai orang bodoh! Belajarlah demi meraih Wajah Allah 'Azza wa Jalla, lalu amalkan, niscaya Dia akan mendidik dan mendisiplinkanmu. Ilmu adalah kehidupan, sementara kebodohan adalah kematian. Seorang yang siddiq, ketika telah selesai mempelajari suatu ilmu campuran (al-'ilm al-musytarak), maka ia kemudian akan masuk dalam disiplin ilmu khusus, yaitu ilmu hati dan nurani. Jika sudah menguasai ilmu ini, maka ia akan menjelma menjadi sultan agama Allah. la memerintah dan melarang, memberi dan menolak dengan izin atasan, Penguasanya. la menjadi sultan di kalangan manusia, yang memerintah dengan perintah Allah Azza wa Jalla dan melarang dengan larangan-Nya, menghukum mereka atas perintah-Nya dan memberi mereka atas perintah-Nya juga. la memegang hukum bersama manusia, dan memegang ilmu bersama alHagq Azza wa Jalla.


-Sumber: Pencerahan Sufi (Fathur Rabbani) Penulis: Syekh Abdul Qadir Jaelani Penerbit: Forum, Yogyakarta, 2015

ADMIN

BACA JUGA