YURISTGAMEINIGAMEID101

KARENA ALLAH SATU, DIALAH YANG NOMOR SATU

KARENA ALLAH SATU, DIALAH YANG NOMOR SATU

Seorang saleh-semoga Allah mengasihinyamenuturkan, "Turutilah Allah Azza wa Jalla dalam (berinteraksi dengan) makhluk, dan jangan turuti makhluk dalam (berinteraksi dengan) Allah. Kehancuran bagi yang hancur dan kebaikan bagi yang baik." 

Bagaimana aku mempedulikan (mu), sementara engkau adalah pendurhaka Allah, peremeh perintah-perintah dan larangan-Nya, penentang-Nya dalam masalah qadha dan takdir-Nya, serta musuh-Nya sepanjang siang dan malammu. Engkau dibenci dan terkutuk. 

Allah Azza wa Jalla berfirman dalam sebagian Kalam-Nya (Hadis Qudsi): "Jika engkau taat, maka Aku ridha, dan jika Aku sudah ridha, maka Aku akan memberkati(mu) dan barakahKu tidak berujung, (namun) jika engkau mendurhakaiku, maka Aku murka, dan jika Aku sudah murka, Aku akan melaknat(mu), dan laknat-Ku sampai ke tujuh turunan." 

Zaman sekarang ini adalah era penjualbelian agama dengan tin, era berpanjang angan dan ambisius. Berusahalah agar tidak termasuk orang yang disinyalir Allah Azza wa Jalla dalam firman-Nya: "Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan" (Q-S. 25: 23). 

Setiap amal Azza wa Jalla adalah debu yang berterbangan. Celakalah! Kedokmu memang tertutup bagi kaum awam, namun ia tidak yang tidak didedikasikan untuk Allah tersembunyi dari kaum khawwash. Uang palsumu tersembunyi dari moneychanger? Tidak! Orang bodoh tersembunyi dari orang alim? Tidak! Beramallah dan ikhlaslah! Sibuklah dengan Allah dan tinggalkan kesibukan dengan sesuatu yang bukan urusanmu. 

Orang lain (selainmu) termasuk sesuatu yang bukan urusanmu, maka janganlah kausibukkan diri dengannya. Engkau harus mengarantina nafsumu hingga engkau mampu mengalahkan, merendahkan, dan menawannya, serta menjadikannya tunduk padamu, sehingga engkau bisa mengendarainya melewati padang-padang pasir dunia hingga sampai ke Akhirat, melewati makhluk hingga sampai pada al-Haqq Azza wa Jalla. 

Jika engkau telah melakukan hal ini dengan sempurna dan dirimu sudah benar-benar kuat, maka engkau boleh mengikuti selainmu, mengeksplorasi duniawi, maju menghadap alMawla Junjungan, dan menikmati himmah-hikmah. Ingat! Engkau harus memegang kebenaran Hadis. Jangan lakukan penakwilan, sebab penakwil akan lari (terlalu jauh dari kebenaran Hadis). 

Jangan takut pada makhluk, apalagi mengharap pada mereka, sebab hal itu termasuk indikasi kelemahan iman. Dengan himmah citamu, kau akan meninggi. Sesungguhnya Allah memberimu (anugerah) menurut kadar himmah citamu, serta ketulusan dan keikhlasanmu. Lawanlah (nafsu)! Berpalinglah (dari selain Allah Azza wa Jalla), dan carilah (Dia semata)! Dengan mengandalkan dirimu sendiri, tidak akan kau peroleh apa pun. Engkau harus membebani dirimu dalam mengais amal-amal saleh, sebagaimana engkau berusaha membebani diri dalam mengais rezeki.


-Sumber: Pencerahan Sufi (Fathur Rabbani) Penulis: Syekh Abdul Qadir Jaelani Penerbit: Forum, Yogyakarta, 2015

ADMIN

BACA JUGA