YURISTGAMEINIGAMEID101

KESADARAN: ANUGERAH BESAR ALLAH

KESADARAN: ANUGERAH BESAR ALLAH

Wahai pemuda! Jadilah generasi muda kaum saleh, karena dunia dan Akhirat selalu siap sedia melayani mereka, kapan pun mereka mau. Mereka mengambil bagian ka itulah orang-orang dengan restu al-Haqq 'Azza wa Jalla. Mereka itulah orang-orang yang akan memberi kalian rupa di dunia dan esensi di akhirat, Ya Allah, perkenalkanlah antara kami dan mereka , di dunia dan Akhirat!

Setiap orang memiliki kesadaran sendiri-sendiri menurut hal-nya. Nabi Saw sendiri tidak bisa mencapaikan seseorang pada kesadarannya, serta tidak mampu membawa serta siapa pun menikmati kekhususan-kekhususannya. Meski demikian, kaum abdal dan para wali yang termasuk umatnya berusaha mengembalikan sisa-sisa makanan dan minumannya. 

Mereka memberikan setetes lautan maqamatnya dan sebiji sawi gunung karamah-nya, sebab mereka mengikuti di belakangnya, berpegang teguh pada agamanya, memperjuangkan keunggulannya, membimbing manusia menujunya, menyebarkan ilmu agama dan syara'nya. Semoga keselamatan dan penghormatan Allah tercurah pada mereka beserta orang-orang yang mewarisi mereka hingga Hari Kiamat. 

Ketika seorang Mukmin menoleh pada dunia, maka ia pun menginginkan dan mencari-carinya, hingga dunia memenuhi hatinya, namun begitu dunia ingin menguasainya, ia pun segera melepaskannya. Selanjutnya ia mencari Akhirat hingga akhirnya ia berhasil menemukannya. Hatinya pun dipenuhi Akhirat, namun kemudian muncul kekhawatiran dalam dirinya akan kungkungan dan penahanan Akhirat atas dirinya untuk bertemu Tuhannya, maka ia pun melepaskan Akhirat dan mendudukkannya di samping dunia. la tunaikan kewajiban Akhirat dan mencapai pintu al-Haqq Azza wa Jalla, lalu ia pun tinggal bersama-Nya sambil berbantalkan pembatas pintuNya. 

la ikuti jejak Ibrahim al-Khail As. yang menjauhi bintang, bulan, dan matahari, untuk kemudian berkata: "Aku tidak suka segala sesuatu yang terbenam. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada (Tuhan) yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukanNya" (Q.S. 6: 79). 

Jika selamanya ia berbantalkan pembatas pintu dan mengenal al-Haqq Azza wa Jalla, maka diwujudkanlah permintaannya. Dia membuka pintu-Nya dan menyilakan hati hamba tersebut masuk menemui-Nya. la pun kemudian meminta informasi pada Allah tentang hal-nya, dan segala yang berlaku di dunia dan Akhirat, sebab Allah lebih mengetahui hal tersebut daripada dirinya. Maka Allah pun menceritakan sebuah kisah padanya, mendekatkannya, menghiburnya, berbincang dengannya, memakaikan baju ridha-Nya dan memenuhinya dengan sebagian hikmah dan ilmu-Nya. 

Kemudian memaklumkan kebebasannya di dunia dan Akhirat. Dia juga memperbarui ikatan perjanjian dunia Akhirat untuknya. Lalu menulis ketetapan antara ia dan keduanya, serta mensyaratkan pada dunia dan Akhirat untuk tidak menyakitinya. Dia menjadikan keduanya (dunia dan Akhirat) sebagai pelayan yang bertugas memenuhi bagian-bagiannya. Dia juga menyampaikan pada keduanya untuk selalu mencintainya, hingga berubahlah hakikat dirinya. Maqam hatinya berada di sisi Tuhannya 'Azza wa Jalla dan ia singkirkan jauh-jauh apa saja selain-Nya darinya. la menjadi sosok budak yang merdeka, budak bagi Allah Azza wa Jalla, dan merdeka dari segala selain-Nya secara mutlak, di langit dan di bumi. Tidak ada sesuatu pun yang memiliki dan menguasainya, akan tetapi Ia-lah yang memiliki dan menguasai segala sesuatu. la menjadi seorang raja yang hanya dikuasai oleh Sang Maharaja (al-Malik). Pintu (Allah) selalu terbuka untuknya dengan izin yang mutlak. Tidak ada lagi pintu-pintu, juga pengawal baginya. 


-Sumber: Pencerahan Sufi (Fathur Rabbani) Penulis: Syekh Abdul Qadir Jaelani Penerbit: Forum, Yogyakarta, 2015

ADMIN

BACA JUGA