YURISTGAMEINIGAMEID101

SETAN SEPERTI PEMAIN BOLA

SETAN SEPERTI PEMAIN BOLA

Setan mempermainkan manusia awam sebagaimana seorang ahli mempermainkan bolanya. Setan menyetir mereka sekehendaknya, sebagaimana salah seorang dari kalian menyetir kendaraannya sekehendak hatinya. la memuliakan hati mereka dan mengeksploitasi mereka menurut keinginannya. la turunkan mereka dari gubuk-gubuk peribadatan mereka serta mengeluarkannya dari mihrabmihrab-nya. Lalu ia hentikan mereka untuk melayaninya. Nafsu dalam hal ini membantu Setan dalam menyediakan sarana dan prasarana tersebut. 

Wahai pemuda! Cambuklah nafsumu dengan cambuk lapar dan cambuk pencegahan dari syahwat, kelezatan, dan kesia-siaan. Cambuklah juga hatimu dengan cambuk takut dan pengawasan (khauf ma muraqabah). Jadikanlah istigfar sebagai habitat nafsu-mu, serta hati dan nuranimu, sebab masing-masing memiliki dosa khusus. Disiplinkanlah mereka untuk menuruti dan mengikuti-Nya dalam segala kondisi. 

Hai orang yang kurang pengalaman! Jika takdir sudah tidak mungkin lagi kautolak dan ubah, atau kauhapus dan kautentang, maka janganlah kauinginkan apa yang tidak diinginiNya. Jika memang tidak datang kepadamu kecuali apa yang Dia inginkan, maka jangan inginkan sesuatu yang tidak memang diinginkanNya. Jangan lelahkan dirimu, sementara hatimu masih terpaut dengan sesuatu yang tidak diinginkan Allah. Serahkanlah semua pada Tuhanmu 'Azza wa Jalla. Bergantunglah pada rahmat-Nya dengan tangan pertaubatanmu pada-Nya. Selama engkau menjalankan hal ini, maka dunia akan hilang dari mata hati dan kepalamu. Musibah-musibah apa pun akan kau pandang ringan, begitu juga meninggalkan syahwat dan kelezatan dunia. 

Engkau tidak akan pula mengeluhkan jepitan dan jeratannya. Dirimu menjadi seperti 'Asiyah-semoga Allah meridainya-isteri Raja Fir'aun dalam menghadapi derita cobaan. Ketika terungkap bahwa ia telah beriman pada Allah Azza wa Jalla, Fir'aun lalu memerintahkan untuk menangkapnya dan memukul kedua tangan dan kakinya dengan tongkat besi dan terus menyiksanya dengan cambukan. Asiyah hanya menengadah ke langit. Dilihatnya pintu-pintu Surga terbuka dan para malaikat sedang membangun rumah untuknya di dalamnya. Lalu datanglah malaikat maut mencabut nyawanya sambil berkata kepadanya, "Rumah ini adalah milikmu." la lalu tertawa dan hilanglah derita penyiksaan darinya. la berkata, "Tuhan, bangunlah untukku sebuah rumah di Surga." 

Seperti itulah jadinya dirimu, sebab engkau melihat sesuatu di (atas) sana dengan mata hati dan keyakinanmu, sehingga engkau mampu bersabar menghadapi yang di sini, berupa bencana dan petaka. Engkau keluar dari daya kekuatanmu, dan engkau tidak mengambil juga tidak memberi, tidak bergerak juga tidak diam, kecuali dengan daya kekuatan Allah. Engkau lebur di hadapan-Nya dan kaupasrahkan urusanmu pada-Nya. Engkau menuruti-Nya dalam (menghadapi) dirimu dan manusia. Engkau pun tidak mengatur-atur (kehidupanmu) di hadapan pengaturanNya, tidak menghukum di hadapan hukum-Nya, dan tidak memilih di hadapan pilihan-Nya. Barangsiapa mengetahui hal ini, maka ia tidak akan mencari lagi selain-Nya. Dia tidak akan memiliki obsesi selain-Nya. Bagaimana seorang yang berakal tidak mengangankan hal ini, bila persandingan dengan Allah 'azza wa Jalla tidak akan sempurna kecuali dengannya.

ADMIN

BACA JUGA