YURISTGAMEINIGAMEID101

SUFI MENGIKUTI JEJAK NABI

SUFI MENGIKUTI JEJAK NABI

Dunia adalah pasar yang sebentar lagi akan tutup. Tutuplah pintu-pintu memandang makhluk dan bukalah pintu memandang al-Haqq 'Azza wa Jalla. Tutuplah juga pintupintu mencari rezeki dan sarana-sarana di saat engkau berada dalam kebeningan hati dan kedekatan nurani, dalam hal khusus kalian dan bukan hal umum selain kalian, dari keluarga maupun para pengikut. 

Biarkanlah keuntungan, kemanfaatan dan perolehan untuk selain kalian. Carilah hal khusus kalian dari spektrum kemurahan-Nya. Dudukkanlah nafsumu bersama dunia, hatimu bersama Akhirat, dan nuranimu bersama alHaqq 'Azza wa Jalla, niscaya engkau akan mengetahui apa yang kauinginkan. 

Kaum (saleh) adalah pengganti para nabi, maka terimalah apa yang mereka perintahkan kepadamu, sebab mereka memerintahkanmu dengan perintah Allah 'Azza wa Jalla dan RasulNya serta melarang dengan larangan keduanya. Jika para nabi berbicara, maka mereka pun akan berbicara. Jika para nabi memberi, maka mereka akan mengambilnya. Mereka tidak bergerak satu gerakan pun dengan tabiat dan nafsu mereka. Mereka tidak menyekutukan al-Haqq 'Azza wa Jalla dalam agama-Nya dengan hawa nafsu mereka. 

Mereka mengikuti Rasul Saw dalam semua ucapan dan tindakannya. Mereka simak baik-baik firman Allah 'Azza wa Jalla: "Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah" (QS. 59: 7). Mereka mengikuti Rasulullah Saw hingga akhirnya beliau pun membimbing mereka menuju Sang Maha Mengutus. Mereka mendekati beliau, hingga akhirnya beliau pun mendekatkan mereka pada Al-Haqq 'Azza wa Jalla. Beliau mengeluarkan julukan (al-alqab) untuk mereka, juga baju kebesaran, dan otoritas ke kuasaan atas manusia. 

Hai orang-orang munafik, kau pikir agama itu berbelit-belit, dan perintah adalah kebuntuan. Kalian tidak memiliki kemuliaan sedikit pun, juga Setan kalian dan kolega-kolega buruk kalian. Ya Allah, taubatkanlah kami dan mereka. Lepaskanlah mereka dari nista kemunafikan dan belenggu kesyirikan. 

Sembahlah Allah dan carilah sarana beribadah kepadaNya dengan kerja yang halal. Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mencintai hamba yang beriman, taat dan mengonsumsi makanan yang halal. Dia mencintai orang yang makan dengan bekerja, dan membenci orang yang makan tanpa bekerja (sendiri). Dia mencintai orang yang makan dari hasil kerjanya sendiri dan membenci orang yang makan dari hasil kemunafikan dan kepasrahannya pada manusia. Dia mencintai orang yang mengesakan-Nya, dan membenci orang yang menyekutu-Nya. Dia mencintai orang yang berserah diri pada-Nya dan membenci orang yang menentang-Nya. 

Syarat cinta adalah menyetujui tanpa membantah dan syarat permusuhan adalah menentang. Serahkanlah diri kalian pada Tuhan kalian, dan ridhalah menerima pengaturan-Nya di dunia dan Akhirat. Suatu hari aku pernah ditimpa petaka, lalu kumohon pada Allah 'Azza wa Jalla untuk menyingkap (mengangkat)nya, namun Dia malah menambahkan petaka lain lagi di atasnya. Aku pun bingung akan hal tersebut. (DI tengah ke-bingunganku) tiba-tiba ada seseorang yang berbicara kepadaku, "Bukankah engkau pernah mengatakan pada kami dalam permulaan hal-mu bahwa kondisimu adalah kondisi kepasrahan?" 

Sejak itulah aku bersikap santun dan selalu diam (menerima apa saja). Celakalah! Engkau mengaku mencintai Allah 'azza wa Jalla, namun engkau juga mencintai selain-Nya, padahal Dia Mahasuci, sementara selain-Nya kotor. Jika kaukotori kesucian dengan mencintai selain-Nya, maka Dia akan melemparkan kotoran padamu. Dia akan berbuat padamu sebagaimana yang diperbuat-Nya terhadap Nabi Ibrahim al-Khaul As. dan Nabi Ya'qub As. ketika keduanya sangat mencintai anaknya dengan bara api cinta yang menyala di hati mereka, maka Allah pun langsung menguji mereka dengan keduanya. 

Juga sebagaimana yang Dia lakukan terhadap Nabi kita, Muhammad Saw ketika ia mulai mencintai kedua cucunya, Hasan dan Husayn. Maka datanglah Jibril As. menegurnya, "Apakah Anda mencintai mereka?" Beliau jawab, "Ya!" Maka berkatalah Jibril (menyumpah), "Ya, satu akan diracuni, sementara yang lain akan dibunuh." Begitu mendengar ini, kecintaan pada keduanya pun langsung keluar dari dalam hatinya, kemudian ia kosongkan hatinya hanya untuk al-Mawla Junjungan-Nya 'Azza wa Jalla dan berubahlah keceriaan bersama mereka menjadi kesedihan atas mereka. Al-Haqq 'Azza wa Jalla sangat pencemburu dengan hati para nabi, wali, dan hamba-hambaNya yang saleh. Hai orang yang mencari dunia dengan kemunafikannya! Bukalah tanganmu, engkau tidak akan melihat sesuatu pun di dalamnya. 

Celakalah! Engkau berzuhud meninggalkan kerja dan duduk memakan harta orang lain dengan agamamu. Kerja adalah keterampilan seluruh nabi. Setiap mereka memiliki profesi dan keterampilan, dan baru di Akhirat kelak, mereka akan mengambil (bagian) dari makhluk atas izin al-Haqq 'Azza wa Jalla. Hai orang yang mabuk dengan arak dunia, syahwat kesenangan dan kegilaannya! Ingatlah, sebentar lagi engkau akan terbangun di dalam liang lahatmu.


-Sumber: Pencerahan Sufi (Fathur Rabbani) Penulis: Syekh Abdul Qadir Jaelani Penerbit: Forum, Yogyakarta, 2015

ADMIN

BACA JUGA