YURISTGAMEINIGAMEID101

ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN

Islam Rahmatan Lil Alamin
oleh Matroni Muserang



Ummat Islam seringkali merasa dirinya paling benar memahami Islam, memahami agamanya, sehingga jika ada perbedaan pemahaman keagamaan, yang lain salah, bahkan yang lain musuh atau kafir. Maka wajar jika isu-isu tidak boleh menyucapkan selamat Natal, padahal mereka juga memiliki agama yang tujuannya adalah kebenaran mutlak yaitu Tuhan, hanya saja cara mereka berbeda dalam menjalankan ritual keagamaannya bahkan tempatnya pun berbeda, ada yang di Gereja, Masjid, Surau, Langgar, Kobung, bahkan di pinggir sawah, tapi tujuannnya tetap kepada Yang Maha Esa. 


Padahal perbedaan adalah sebuah keniscayaan dalam hidup, jika ada manusia yang tidak menerima perbedaan berarti ia melawan Tuhan. Mengapa tidak melawan Tuhan, wong perbedaan memang dicipta oleh Tuhan. Begitupun dengan perbedaan pemahaman keagamaan yang memang sudah barang tentu pasti berbeda, maka karena perbedaan merupakan sunnatullah sudah sewajarnya dan sepatutnya sesama hamba harus saling menghormati, tidak mengganggu sesama manusia, tidak membenci sesama manusia, tidak menjelek-jelekkan sesama manusia, tidak saling sikut-sikutan.

Lagi-lagi perbedaan memang sudah pasti ada, maka sebagai manusia harus memiliki hati yang lapang, terbuka (inklusif), dan egalitarianisme dalam menjalankan kehidupan, baik kehidupan dalam agama maupun kehidupan dalam bermasyarakat. Sebab kalau kita berbicara Islam yang Rahmatan lil alamin kita dituntut untuk selalu menghidupkan roh keislaman yang tertera dalam al-Qur’an dan Sunnah, karena Islam Rahmatan lil alamin hadir sebagai pembawa kedamaian untuk alam semesta.

Artinya kalau ada manusia yang masih suka membenci sesama, apalagi melakukan kekerasan atas nama agama jangan anda mengaku Islam dulu, tapi pahamilah Islam yang rahmah, Islam yang selalu mengalir kesejukan dimana pun Islam ada. Kalau kita mengaku Islam sementara kita dan orang lain belum damai, bisa dikata bahwa kita belum paham Islam yang kaffah (keseluruhan).

Apa yang dimaksud Kaffah sebenarnya merupakan kepasrahan kita, ketotalan kita dalam menjalankan Islam itu sendiri. Total dalam hal ini, kita total mendekat kepada Tuhan, total juga menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Inilah sebenarnya salah satu perintah Tuhan, agar kita umat Islam tidak terjebak pada substansi yang lemah, sehingga harus seimbang antara aktivitas ilmu, aktivitas amal dan aktivitas kemanusiaan. Seperti perbedaan ulama fikih dan ulama tafsir dalam membaca fenomena kemanusiaan dan fenomena keagamaan. Kalau kita sudah mampu membaca islam yang Rahmatan lil alamin, maka tidak akan ada lagi kekerasan atas nama agama, kekerasan atas nama perbedaan pemahaman, dan kepribadian yang terpecah-pecah, sebab kita hidup adalah sunnah Tuhan, maka manusia harus melaksanakan sunnah-sunnah sosial juga sebagai khalifa di bumi.

Akhirnya roh Islam Rahmatan lil alamin akan menjadi tujuan umat Islam dalam menyatukan manusia, itulah cita-cita Islam yang selalu mengalirkan kesejukan dan kedamaian dimana pun Islam ada. Kita memiliki akhlak yang baik, sopan bila ketemu sesama manusia, berdialog dalam memecahkan persoalan, itulah Islam rahmatan lil alamin yang tetap harus kita jaga. 

ADMIN

BACA JUGA