YURISTGAMEINIGAMEID101

TIDAK SHALAT KARENA MALAS, ULAMA BEDA PENDAPAT

Tidak Shalat karena Malas, Ulama Beda Pendapat

Shalat adalah kewajiban bagi setiap kaum muslimin yang mukallaf. Yaitu seorang yang; 1) Berakal. 2) Aqil baligh. 3) Bisa mendengar atau melihat. 4) Sampai kepadanya ajaran Islam. 5) Muslim.



Jika ada seorang mukallaf yang tidak melakukan Shalat maka sungguh hukumannya adalah sangat besar di hadapan Allah SWT dan telah melakukan dosa besar.

Dalam hal ini ulama berbeda pendapat tentang hukum orang yang Meminggaikam Sitalat:

1. Orang yang meninggaikan Shalat dan dia berkata serta meyakini bahwa Stalat itu tidak wajib, maka ia telah murtad alias keluar dari Islam. Dosanya amat besar.

2 Orang yang meninggaikan Shalat karena malas-malasan. Dalam Hal ini Ulama terbagi menjadi 2 pendapat:

a. Wathhab Imam Ahmad Bin Hambal Rukumnya adalah Murtad.

 b. Menurut jumhur ulama (Madhab Hanafi, Maliki dan Syafi'i) orang yang meninggalkan Shalat karena malas-malasan ia telah melakukan dosa yang sangat besar.

Jadi, orang meninggalkan Shalat karena malas-malasan, intinya sama yakni dosa besar.

Padahal, Islam adalah agama yang mudah dan tidak merepotkan penganutnya. Memang amat besar dosa orang yang meninggalkan Shalat, akan tetapi Shalat sungguh sangat dimudahkan. Tidak bisa dengan berdiri boleh duduk, tidak bisa duduk boleh berbaring, tidak bisa dengan berbaring boleh terlentang hingga yang terakhir adalah cukup isyarat dengan pelupuk mata dan hatinya.

Intinya jangan sampai ada orang yang meninggalkan Shalat. Tidak ada orang yang tidak bisa melakukan Shalat karena Shalat sangat mudah dan sesuai dengan kemampuan. Maka tidak ada satu orang pun yang boleh meninggalkan Shalat dalam keadaan apapun, termasuk di saat bepergian.

ADMIN

BACA JUGA