YURISTGAMEINIGAMEID101

JALAN TOL MENUJU KETENANGAN

JALAN TOL MENUJU KETENANGAN
oleh Muhammad Syafii Antonio


Suatu hari, Rasulullah didatangi seorang pezina yang meminta nasihat dari beliau agar dirinya bisa menghentikan kebiasaannya berzina. Lalu Rasulullah bertanya kepadanya dan meminta untuk menjawabnya dengan jujur. “ Bagaimana jika ibumu berzina dengan orang lain, apakah engkau rela? Bagaimana jika saudari kandungmu berzina dengan orang lain, apakah engkau rela? Lelaki tersebut menjawabnya dengan penolakan yang tegas. Namun lanjut Rasulullah, jika engkau tidak rela ibu dan saudarimu berzina dengan orang lain, bagaimana engkau sendiri akan melakukannya dengan ibu orang lain atau saudari orang lain."

Riwayat tersebut intinya adalah nabi tengah mengajarkan kejujuran terutama pada nuraninya sendiri. Bagi Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, “Asas iman adalah kejujuran (kebenaran), sedangkan tidak jujur adalah kedustaan.” Keduanya tidak pernah bisa bersatu, melainkan akan tetap saling bertentangan. Kejujuran adalah pembuka akhlak mulia yang mengarahkan pelakunya dalam kebaikan. 

Berlaku jujur menimbulkan ketentraman hati serta akan menumbuhkan rasa senang bahkan rasa kagum orang lain. Kejujuran tidak terbatas pada kesesuaian antara ucapan dengan kenyataan. Kejujuran juga ada pada perbuatan. Jujur dalam perbuatan merupakan keselarasan antara perilaku dengan bisikan atau suara hati dan ucapan. Hati yang ikhlas adalah landasan untuk menjaga kejujuran perbuatan. 

Berbuat karena mengharap pujian (pamer atau riya’) tidak bisa dikatakan sebagai kejujuran. Orang yang melakukannya memperlihatkan perilaku berbeda dengan yang disembunyikan di dalam hatinya. Itulah kepalsuan atau malah bisa dikatakan dusta. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan jadilah kalian orang-orang yang jujur/ benar” (QS. At-Taubah : 119). 

Sebagai suatu kebaikan, kejujuran membutuhkan ketegasan sikap dan kesiapan diri dalam menghadapi ujian yang mencoba merintanginya. Kenyataannya, ada saja orang-orang yang tidak suka dengan kejujuran yang kita tunjukan. Tapi, disitulah tantangannya. Bagaimana pun, kebaikan selalu harus dicapai dengan kesungguhan dan pengorbanan. Berdusta tidak akan pernah dapat mengganti keutamaan dari kejujuran.

Keduanya (jujur dan dusta) saling berlawanan. Masing-masing ada konsekuensi yang harus dihadapi. Memihak pada kejujuran berarti memihak pada kebaikan. Memihak pada kedustaan berarti memihak pada keburukan. Intinya, selain berzikir, kejujuran merupakan jalan tol menuju ketenangan!

ADMIN

BACA JUGA